fbpx

SEMPAT KABUR KE LUAR KOTA, POLISI BEKUK EKSEKUTOR PENGANIAYAAN MENTUL

Terduga pelaku yang berhasil diamankan polisi sungkem minta maaf kepada orang tuanya di Mapolsek Cepu, Polres Blora.
Terduga pelaku yang berhasil diamankan polisi sungkem minta maaf kepada orang tuanya di Mapolsek Cepu, Polres Blora.

Cepu, BLORANEWS – Polisi akhirnya berhasil mengamankan Nd (19 th) pelaku yang menghabisi Muh. Rohman (24) di Mentul, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora pada Senin (31/10/2022) malam.

Nd ditangkap di rumahnya di Jalan Bypass pada Rabu (2/11/2022) sore oleh tim Resmob Polres Blora.

“Tersangka N adalah eksekutor. Dia sudah dewasa dan bukan anak-anak lagi. Jadi perlakuan biasa,” ujar Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, Kamis (3/11/2022).

BACA JUGA :  DITEMUKAN LUKA BEKAS HANTAMAN BENDA TUMPUL DI MAYAT WANITA HANGUS

Setelah penganiayaan, Nd sempat kabur ke Ngawi diantar temannya menggunakan sepeda motor pada Selasa (1/11/2022). Sesampainya di warung kopi sekitar Alun-alun Ngawi, temannya tersebut disuruh pulang. Kemudian Nd melanjutkan perjalanan dijemput teman yang lain menuju ke Sragen.

“Saya yang disuruh antar naik motor ke Ngawi. Saat itu ada luka di mata kirinya. Saat ditanya, katanya gak apa-apa. Saya gak tahu kalau habis bertengkar,” ujar anak tersebut.

BACA JUGA :  DI POJOKWATU, PENDERITA GANGGUAN JIWA HABISI TETANGGANYA

Untuk menangkap Nd, polisi menerjunkan tim Resmob Polres Blora, Polda Jateng. Polisi juga berkoordinasi dengan jajaran Polsek di wilayah Ngawi.

“Saat melakukan pencarian, kami juga koordinasi dengan Kapolsek di wilayah Ngawi dan Sragen,” imbuh Agus Budiana.

Lebih lanjut Agus Budiana menjelaskan dari 19 anak yang diamankan, 6 diantara diduga ikut melakukan penganiayaan. Sedangkan yang lain masih dalam pemeriksaan intensif oleh polisi.

BACA JUGA :  LANSIA TEWAS DI TENGAH HUTAN DENGAN LUKA DI KEPALA

“Pelaku sudah dikirim ke Polres. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dan itu masih terus kita dalami,” ujar Agus Budiana.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban jenis bendo, pisau dan pakaian dan celana yang ada bercak darah. Barang bukti senjata tajam tersebut, dikubur di sendang Mbah Megal, Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. (sub)