fbpx

SEMPAT PATAH TULANG, SISWA SMPN 5 BLORA JUARA JUDO TINGKAT NASIONAL

Siswa SMPN 5 Blora berhasil meraih Medali Emas di Kejuaraan Nasional Judo Kasad Cup XIII di Gor Kartika Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat. Tepatnya kelas usia 14 tahun bobot -66 kg. Dia adalah Raihan Dwi Kusuma.
Raihan Dwi Kusuma, Siswa SMPN 5 Blora meraih Medali Emas di Kejuaraan Nasional Judo Kasad Cup XIII di Gor Kartika Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Blora – Siswa SMPN 5 Blora berhasil meraih Medali Emas di Kejuaraan Nasional Judo Kasad Cup XIII di Gor Kartika Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat. Tepatnya kelas usia 14 tahun bobot -66 kg. Dia adalah Raihan Dwi Kusuma.

Anak pertama dari pasangan Sugeng Riyanto dan Marfuah ini berhasil mengalahkan ratusan Pejudo dari perwakilan 34 provinsi pada 25-27 Maret 2022 lalu.

“Mulai terjun di Dunia Judo sejak kelas 2 SD. Pernah patah tangan. Bekas patahannya masih ada ini,” terangnya sambil menunjukkan bekas luka di siku kanannya, Selasa (29/3) kemarin.

Kejuaraan Nasional Judo Kasad Cup XIII sendiri terbagi dalam 4 kategori. Yakni Kadep, Junior, Senior, dan Kodomo kata putra-putri. Keempat ketegori itu terbagi lagi berdasarkan berat masing-masing.

Kejuaraan ini digelar untuk persiapan menghadapi event regional dan internasional. Diantaranya, event level regional terdekat ada Asian Games ke-19 2022 di Hangzhou, China dan SEA Games ke-31 2022 di Vietnam. Selain itu Kejurnas ini dijadikan ajang untuk mengumpulkam nilai atau point menuju PON 21 tahun 2024 di Aceh-Sumut.

BACA JUGA :  JADI TUAN RUMAH PORPROV, BLORA SIAPKAN BELASAN ATLET PANJAT TEBING

Raihan Dwi Kusuma menceritakan, dia mulai terjun di dunia Judo sejak kelas 2 SD. Mengikuti jejak Pamannya. Sementara sang ayah juga seorang pesilat. Namun saat ini bekerja di luar Jawa. Dia sendiri tinggal bersama sang ibu yang kesehariannya bekerja membatik.

“Sejak kelas 2 SD. Saat lomba, tangan patah. Selanjutnya pijet dan sembuh,” jelasnya.

Meski pernah patah tulang, siswa kelas IX ini tidak kapok. Terus berusaha meraih mimpi. Berbagai ajang perlombaan diikuti. Akhirnya jadi juara 3 di Wonogiri, beberapa kali juara 1 dan 2.

Tak semua kejuaran membuahkan hasil. Dia juga pernah kalah saat lomba di Jakarta. Begitu juga saat kejuaraan internasional di Jakarta melwan 10 negara. Hasilnya KO. 

BACA JUGA :  HAORNAS 2021, KONI BLORA BERIKAN APRESIASI ATLET BERPRESTASI DAN PELATIH

“Baru kemarin Kejuaraan di Solo juara Satu dan naik ke Cilodong Juara 1 kelas usia 14 tahun bobot -66 kg. Meraih medali Emas Kejuaraan Nasional Judo Kasad Cup XIII,” tambahnya. 

Laki-laki yang baru berusia 14 tahun ini mengaku, untuk menjadi juara harus bekerja keras. Berdoa dan giat berlatih. 

“Berlatih Seminggu 3 kali di GOR. Triknya, selalu semangat berlatih dan jadi juara. Kendala tidak ada. Paling kecapekan habis bertanding,” ucap pelajar yang sudah menggeluti Judo selama 8 tahun ini.

Dia mengaku, prestasi yang diraih rata-rata dari Jateng. Mulai Wonogiri, Kendal, Semarang, Brebes, Kebumen, Solo, Jakarta dan lainnya. 

“Setiap bertanding ijin orang tua dan berdoa. Terus berlatih untuk jadi juara,” imbuhnya.

Dalam kejuaran final kemarin, dirinya berhasil mengalahkan perwakilan dari Jatim, Jambi dan Jabar. Kedepan, dirinya ingin menjadi guru olahraga, polisi dan atlit nasional. 

BACA JUGA :  45 ATLET TAEKWONDO RAIH PRESTASI KEJUARAAN KAPOLRI CUP 3

“Terima kasih kepada ibu Kepala Sekolah dan buguru yang telah memberikan kepedulian, apresiasi untuk terus semangat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 5  Tri Handayani mengaku, pihaknya sangat bangga terhadap siswanya yang berhasil meraih Medali Emas dalam Kejuaraan Nasional Judo Kasad Cup XIII.

“Ini saya anggap Raihan pejuang. Bisa membanggakan diri sendiri, orang tua, sekolah, Blora dan Jawa Tengah,” terangnya.

Dia menambahkan, apapun bentuk prestasi anak, akan di suport. Baik akademis maupun non akademis.

“Kita punya anak-anak berbakat sejak kecil. Kalau dapat hasil seperti ini ada reward. Sehingga temen-temen bangga dan siswa termotivasi,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, untuk Raihan sendiri, anaknya santun dan kalem. Untuk akademis standart. Sebab sering latihan.

“Orang tuanya hebat. Kami hanya memoles. Saya percaya, dibalik keberhasilan mas Raihan ada orang tua yang hebat,” tegasnya. (Sub).