Blora, BLORANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar), kembali menghadirkan pertunjukan tayub massal sebagai bagian dari rangkaian Blora Culture Festival (BCF) #2 Tahun 2025.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Goa Terawang Ecopark, Kecamatan Todanan, pada Sabtu, 8 November 2025 mulai pukul 13.00 WIB.
Kepala Dinporabudpar Blora, Iwan Setiayarso, menyampaikan bahwa pihaknya mengajak berbagai pihak ikut ambil bagian dalam gelaran budaya ini.
“Untuk menyukseskan kegiatan ini, kami mengharapkan partisipasi dari OPD, TNI, Polri, organisasi wanita, dan masyarakat umum dengan mengirimkan minimal sepuluh peserta putra atau putri,” ujarnya di Blora, Kamis (6/11/2025).
Iwan juga menjelaskan ketentuan pakaian bagi para peserta tayub massal. Peserta putri diminta mengenakan kebaya putih dengan bawahan batik atau jarik, serta membawa selendang (sampur).
Sedangkan peserta putra memakai pakaian adat Samin dan sampur berwarna bebas. Bagi unsur TNI dan Polri, tetap menggunakan seragam kesatuan dilengkapi sampur, sementara organisasi wanita menyesuaikan dengan seragam masing-masing.
Lebih lanjut, Iwan menyebutkan bahwa kegiatan ini ditargetkan diikuti oleh sekitar 1.000 penari dari berbagai kalangan.
“Peserta dari sekolah sudah lebih dari 800 orang, belum termasuk perangkat daerah dan koordinator wilayah. Kami harap seluruh peserta hadir 30 menit sebelum acara dimulai,” ujarnya.
Tayub massal semacam ini bukan kali pertama digelar. Tahun lalu, BCF 2024 di Lapangan Kridosono juga berlangsung meriah dan melibatkan ribuan penari dari komunitas seni serta masyarakat umum.
Menurut Iwan, pelaksanaan BCF #2 memiliki tujuan yang lebih luas, yakni memperkenalkan kesenian tayub khas Blora ke level regional dan nasional.
“Melalui event ini, kami ingin mempromosikan potensi daerah dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Blora. Kegiatan seni seperti ini juga berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan dengan membuka peluang ekonomi kreatif masyarakat,” imbuhnya.
Iwan menambahkan, kegiatan budaya tersebut sekaligus menjadi sarana kreasi, apresiasi, dan rekreasi bagi para pelaku seni di Blora agar tradisi lokal terus lestari dan berkembang. (Jyk)






