fbpx

SEROBOT BISNIS LPG 3 KG, YULIANTO “BOS TONG” ADUKAN MANTAN ISTRINYA KE POLISI

  • Bagikan
SEROBOT BISNIS LPG 3 KG, YULIANTO
Yulianto alias Bos Tong, didampingi kuasa hukumnya mengadukan dugaan penyerobotan bisnis LPG 3 Kg yang dilakukan mantan istrinya ke Polres Blora

Blora- Yulianto yang akrab disapa Bos Tong mengadukan mantan istrinya, Danik Berliana (DB) ke Polres Blora atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan hak atas tanah miliknya. Akibat perbuatan mantan istrinya, Bos Tong mengaku menderita kerugian senilai milyaran rupiah.

Didampingi kuasa hukumnya dari Blora Lawyers Club, kedatangan Yulianto ke Polres Blora diterima Kanit II SPKT Aipda Yuni Agus Setiawan atas nama Kapolres Blora, Rabu (20/02). Petugas kepolisian kemudian memberikan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan kepadanya.

 

SEROBOT BISNIS LPG 3 KG, YULIANTO
Yulianto alias Bos Tong, didampingi kuasa hukumnya mengadukan dugaan penyerobotan bisnis LPG 3 Kg yang dilakukan mantan istrinya ke Polres Blora

 

“Kami dari BLC, selaku Kuasa Hukum dari saudara Yulianto, atau Bos Tong melakukan pengaduan dugaan perbuatan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan yang dilakukan oleh teradu DB, dan PJ,” ucap Advokat Sugiyarto, Ketua Tim Kuasa Hukum.

Terkait aduan ini, Bos Tong yang juga merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blora ini memaparkan, dirinya merupakan pemilik dan Direktur Utama PT. Asmoro Jati Subur sejak perusahaan didirikan.

Namun pada tanggal 10 Agustus 2016, PT Asmoro Jati Subur dibagi menjadi dua kepemilikan.  Yakni, usaha agen tabung gas LPG 3 Kg menjadi miliknya, dan usaha furnitur menjadi milik terlapor DB.

“Namun dalam faktanya, seluruh aset yang telah dibagi diambil seluruhnya. Perusahaan dan asetnya, termasuk tanah,” jelasnya.

Bos Tong melanjutkan, pada 14 Januari 2017, DB memaksa meminta deviden 50 persen dari hasil penjualan tabung gas LPG 3 Kg. Lalu sejak 24 Maret 2017, DB dan PJ menguasai dan menjalankan usaha tabung gas LPG 3 Kg tanpa ijin yang sah dari Yuliyanto.

Akibat tindakan DB dan PJ itu, truk milik Bos Tong tidak bisa beroperasi. Tidak bisa masuk SPBE. Dia juga tidak bisa mendapat akses ke Pertamina Semarang sama sekali. E-mail dan Komunikasi untuk urusan keagenan tabung gan LPG 3 Kg sebuah diblokir. Bahkan berdasarkan perhitungan akuntan publiknya dia tidak pernah mendapatkan hasil keuntungan.

“Sejak 24 maret 2017 hingga sekarang, DB dan PJ menyimpan tabung gas LPG 3 kg digudang yang saya didirikannya tanpa ijin yang sah. Diatas tanah pribadi saya. Yaitu di Desa Tambaksari, Kecamatan Kota. Tanah itu sesuai Sertifikat hak milik(SHM) no. 00833 atas nama saya pribadi dengan luasan 2845 m2,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Blora melalui Kasatreskrim Polres Blra Dwi Heri Utomo mengaku hingga kemarin belum menerima laporan tersebut. “Mungkin masih di SPK,” ucapnya.

Sementara itu, Puji Jayanto (PJ) selaku Direktur Utama PT Asmoro Jati Subur mengaku sudah mendengar adanya aduan terhadap dirinya dan Danik Berliana ke Polres Blora kemarin. Namun hingga kemarin belum mendapatkan surat resmi. “Akan saya komunikasikan dulu dengan mbak Danik,” jelasnya singkat. (Mus)

 

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!