fbpx

SERU! ANAK-ANAK SD BELAJAR JADI PETANI

Belajar bertanam padi di kawasan Taman Baca dan Budaya Cethik Geni

Cepu- Puluhan anak-anak SD Quwwatul Ummah Kedungtuban berkunjung ke Taman Baca dan Budaya Cethik Geni, di Dusun Wangkot Desa Kapuan Kecamatan Cepu, Blora. Di sini, anak-anak belajar menanam padi, memainkan gamelan dan mengenal bermacam makanan tradisional khas desa.

Belajar bertanam padi di kawasan Taman Baca dan Budaya Cethik Geni

Dalam kunjungan tersebut, anak-anak dan pendamping disambut tim Cethik Geni yang dibantu para mahasiswa dari Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, dan Karangtaruna desa setempat. Kegiatan pertama adalah terjun ke sawah untuk belajar menanam padi.

“Di sini, kita mengajak anak-anak berpetualang dan bersahabat dengan alam. Dan lagi, SD Quwwatul Ummah juga merupakan sekolah alam, jadi pas,” terang Koordinator Cethik Geni, Rita Oktaviana, Minggu (31/03).

Di sawah, anak-anak terjun tanpa takut kotor. Didampingi para pengajar dan tim dari Cethik Geni, anak-anak dikenalkan dengan perjalanan dari benih padi menjadi sepiring nasi dengan cara yang sederhana. Belajar di luar kelas semacam ini, dinilai menjadi metode yang tepat untuk pembelajaran anak.

“Ini pengalaman yang luar biasa utuk anak-anak kami. Belajar langsung, tanpa merasa jijik seperti ini akan mendidik mereka untuk menghormati makanan dan jerih payah petani. Alam mengajarkan kita banyak hal,” ucap pengajar SD Quwwatul Ummah Kedungtuban, Imaduddin (39).

Sepulang dari sawah dengan tubuh dan pakaian yang berlumpur, anak-anak diajak untuk membersihkan diri dan mengikuti kegiatan selanjutnya, belajar tarian daerah di Joglo Cethik Geni. Uniknya, dalam acara kedua tersebut, anak-anak dikenalkan tarian pleh penari seumuran mereka.

“Ada juga sesi mengenal bermacam pustaka yang ada di sini. Mengenal budaya daerah penting dikienalkan sejak dini, termasuk mengenal bermacam kekayaan kuliner tradisional berbahan dasar singkong seperti Utri, Jongkong, dan Gethuk Telo,” tandas Sudarmini (24) pengajar SD Quwwatul Ummah.

Kegiatan berlangsung sehari dan ditutup dengan tanya jawab antara anak-anak dengan tim Cethik Geni. Meski hanya berlangsung singkat, acara ini dinilai sangat berkesan bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat kerja petani, kekayaan budaya, dan pentingnya membaca. (rij)