fbpx

SETAHUN BERDIRI, INI KIPRAH “CETHIK GENI” TUMBUHKAN MINAT BACA ANAK-ANAK

Taman Baca dan Budaya Cethik Geni
Kegiatan di Taman Baca dan Budaya Cethik Geni, Desa Kapuan Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora

Cepu- Hampir setahun berdiri, Taman Baca dan Budaya Cethik Geni telah melahirkan sejumlah inovasi untuk mendorong minat baca anak-anak di kawasan Desa Kapuan Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, dan sejumlah kawasan di sekitarnya.

Inisiator Taman Baca dan Budaya Cethik Geni, Rita Oktaviana mengungkapkan, saat ini komunitas tersebut telah memiliki 4 simpul baca yang terletak di Dusun Judan Desa Jipang, Dusun Jeruk Desa Cabean, Dusun Kapuan Barat Desa Kapuan, dan Dusun Sugihwaras Desa Cabean.

BACA JUGA :  WABUP ARIEF KEPINCUT TAMAN BACA DAN BUDAYA CETHIK GENI

 

Taman Baca dan Budaya Cethik Geni
Kegiatan di Taman Baca dan Budaya Cethik Geni, Desa Kapuan Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora

 

“Kami melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Caranya, dengan menyediakan akses terhadap buku untuk anak-anak,” terang Rita, Selasa (25/12).

Tak hanya itu, di Taman Baca dan Budaya Cethik Geni juga melaksanakan berbagai kegiatan yang menunjang minat baca seperti storytelling (membaca dongeng), dan belajar menulis.

BACA JUGA :  MEMILIKI EMPAT LANTAI DAN DILENGKAPI LIFT, BERIKUT TATA RUANG GEDUNG PERPUSTAKAAN UMUM BLORA

“Kami juga mengajak anak-anak menanam berbagai tanaman apotek hidup. Tujuannya, supaya anak-anak mengenal lingkungannya,” imbuh Rita.

Lebih jauh, Taman Baca dan Budaya Cethik Geni juga memanfaatkan hari liburan atau peringatan hari besar nasional untuk berkegiatan bersama anak-anak, seperti pada peringatan HUT Proklamasi yang diperingati setiap 17 Agustus.

“Pada tujuhbelasan kemarin, kita mengadakan lomba gambar yang diikuti 63 anak. Hasil gambar mereka, kami cetak di kalender 2019,” tambahnya.

BACA JUGA :  KAPUAN MEMANAS, WARGA TOLAK BERDAMAI DAN TUNTUT PELAKU SELINGKUH DIUSIR

Menyadari tak dapat bergerak seorang diri, Taman Baca dan Budaya Cethik Geni menggandeng Karang Taruna desa dan kaum ibu. Sejumlah kegiatan yang melibatkan ibu rumah tangga pun dilaksanakan.

“Selain itu, kami mempunyai program wanita mandiri berupa kerajinan rajut dan jahit. Keuntungan dari penjualan produk rajut dan jahit itu dialokasikan ke taman baca. Kami berharap, potensi ibu-ibu akan mendukung kegiatan anak-anak,” pungkasnya. (rij)