fbpx

SETAHUN KEPEMIMPINAN DJOKO NUGROHO – ARIF ROHMAN INI TANGGAPAN MASYARAKAT

  • Bagikan
Ilustrasi : Bloranews

Blora – Tepat hari ini, satu tahun kepemimpinan definitif Bupati Blora, H Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M.Si. dilantik untuk memimpin Kabupaten Blora periode 2016-2021 oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

 

Ilustrasi : Bloranews

 

Berbagai elemen masyarakat ikut menyampaikan pendapat, dalam satu tahun pemerintahan Djoko-Arief. Selain dari sektor infrastruktur, juga sektor lain. Seperti pendidikan, pertanian, kesehatan, perdagangan dan lainnya.

Amien Farid, Direktur Blora Crisis Center (BCC) mengungkapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) jangan hanya membangun wilayah kota tetapi juga desa. Keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil harus diutamakan.

“Sekarang Blora semakin baik, taman kota diperbanyak, tapi kesejahteraan rakyat juga harus dipikirkan. Jangan hanya pencitraan.” Kata Amin.

Dosen STAI Al Muhammad Cepu, Slamet Mamik, saat ini pembangunan masih terkonsentrasi pada wilayah Blora Kota, sedangkan wilayah Kecamatan Cepu dan sekitarnya belum tergarap maksimal. Potensi ekonomi yang ada di Blora juga belum terfasilitasi, seperti kebun buah di Klapanan, Kecamatan Tunjungan milik masyarakat yang belum ditopang akses jalan yang memadai.

“Banyak jalan-jalan kabupaten di Cepu rusak parah, pusat-pusat perekonomian seperti pasar dan swalayan belum tertata rapi, terminal juga masih terlihat kumuh” Ujarnya.

Pada aspek pendidikan, Ia menambahkan pelajar atau mahasiswa Blora dan perguruan tinggi juga belum mendapatkan perhatian dari Pemkab.

“Banyak pelajar yang kurang mampu, tapi untuk melanjutkan di perguruan tinggi tidak bisa. Kami sudah menjaring para pelajar itu, tapi pemkab juga harus berperan. Karena ini juga untuk masa depan Blora” ungkap Mamik pembantu ketua (Puket) bidang kemahasiswaan ini.

Hal senada diungkapkan Aktifis Mahasiswa, Ahmad Saiful Mujib menyampaikan perhatian pemkab dalam pendidikan perguruan tinggi belum tampak, khususnya mahasiswa yang berada di Blora.

“Selama ini belum pernah dirasakan oleh mahasiswa. Termasuk mahasiswa berprestasi di Blora, sedangkan alumnus perguruan tinggi juga banyak berperan untuk mencerdaskan putra-putri Blora” Ungkap Ipunk.sapaan akrab Ahmad Saiful Mujib.

Pada sektor penataan kota, Bendahara DPD KNPI Kabupaten Blora, Andika Fuad Ibrahim mengatakan sudah layak dan sangat bagus. “Penataan kota sudah bagus, saatnya bergerak ke pinggiran kota. Bareng-bareng membuat blora sejahtera, baik jiwanya raganya maupaun badannya” Pungkasnya.

Lulus Mariyonan mengatakan dalam sektor pertanian, pemerintah dirasa belum hadir sepenuhnya. Memperjuangkan petani itu tidak bisa hanya sekedar responsive atau insidentil tapi harus berpola dan keberlanjutan.

Saiki sing terasa terkini blora berubah, yang jelas petani podho gendheng ngrasakke kahanan iki” kata Lulus.

Ia melanjutkan “Gendheng tahunan yoiku wayah ngrabuk ora ono abuk, wis ono rabuk gak duwe duwit golek utangan ra entuk. Ngrabuk dadi kasep, hasil panen rendah, ditambah meneh sing parah wayah panen udan terus. Gabah dho thukul, rego jeblok. lha ra iso nyaur utang to” lanjutnya.

Menurutnya, kehadiran Menteri Pertanian di Blora tidak dapat dimaksimalkan. Tidak adanya data permasalahan yang valid, karena belum ada proses asisment.

“Kalau misalnya benar-benar ada kemauan pemkab. Sebenarnya kita bisa menghadirkan konsep yang tepat melalui proses asisment yang benar” tambah Mantan Ketua Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2015 ini.

Ia menuturkan, Blora mempunyai potensi sumber daya manusia (SDM) yang bagus dan kelembagaan pertanian yang ada dan baik. Dari 16 kecamatan dan 295 kelurahan/desa di Blora, banyak permaslahan yang dapat dipecahkan. Dengan sungguh-sungguh, di Blora ada kelompok tani, gapoktan dan lainnya.

Dia menambah dengan adanya pertemuan cluster 3 atau 4 kali, sudah dapat merumuskan pola bersama.

“Tapi juga harus ada jaminan bahwa hasil inilah yang akan dipakai. Bukan pakai yang lain atau malah dibajak, ilmu itu mahal lho. Sekali lagi, kesungguhan pemerintah untuk hadir, bukan pencitraan⁠⁠⁠⁠” tutup Lulus.

 

Tim Litbang Bloranews

banner 120x500
  • Bagikan