fbpx

SETAHUN LONGSOR DI DESA TEMPUREJO BELUM ADA PENANGANAN

  • Bagikan
Setidaknya 11 rumah yang berdiri di sepanjang belokan aliran sungai kurang lebih 200 meter rusak, hingga penghuni harus dievakuasi untuk menghindari korban jiwa.

Blora – Longsor yang terjadi di Dukuh Gulingan Desa Tempurejo, Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora mengakibatkan satu rumah di RT 01 RW 03 ambruk dan merusak rumah lainnya. Pasalnya, tanah di daerah aliran anak sungai Lusi tersebut amblas sejak setahun terakhir.

Setidaknya 11 rumah yang berdiri di sepanjang belokan aliran sungai kurang lebih 200 meter rusak, hingga penghuni harus dievakuasi untuk menghindari korban jiwa.

 

Setidaknya 11 rumah yang berdiri di sepanjang belokan aliran sungai kurang lebih 200 meter rusak, hingga penghuni harus dievakuasi untuk menghindari korban jiwa.

 

“Satu rumah saya sudah ambruk 28 Oktober 2016 lalu. Sekarang saya tinggal di rumah yang dulu dipakai kandang ternak,” ujar Subakir (55) pemilik rumah yang ambruk, Selasa (19/12/2017) kepada Bloranews.com

Ia merasa was-was saat hujan lebat tiba dan aliran air sungai mulai deras. “Takut kalau longsor, terus rumahnya ambruk lagi,” imbuhnya.

Subakir bersama warga berharap pemerintah segera menangani longsor tersebut. Sebab, dirinya bersama para tetanggnya sudah berusaha bergotongroyong untuk membuat tanggul dari bambu dan kayu. Tapi langkah itu tidak mengurangi tanah yang bergerak, malah semakin melebar.

Tercatat, selain Subakir, rumah milik warga lainnya juga terancam tergerus. Diantaranya, rumah milik Sunyoto (45), Jimin (50), Rasit (46), Sri Hartini (48), Supri (34) dan Asmito (47).

Kerugian secara materiil yang diderita warga pun mencapai puluhan juta rupiah. Menurut warga, bencana tanah longsor ini terjadi pertengahan bulan Mei sebelum puasa.

Dari pantauan lapangan, terlihat tanah amblas cukup dalam yang anjlok diperkirakan amblasnya tanah mencapai 2,5-3 meter.

Sementara itu, Kepala Desa Tempurejo Muhammad Zaenudin membenarkan kejadian longsor didesanya. Menurutnya, pada tahun lalu sudah melaporkan ke Camat terkait bencana itu agar Pemkab maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan perhatian.

“Sampai sekarang belum ada informasi kapan longsornya akan ditangani. Padahal dari PU Blora juga sudah kesini. Warga juga belum mendapat perhatian,” ucapnya.

Sehingga, Ia meminta selain penanganan pada longsor, juga bantuan pada warganya yang tertimpa musibah tersebut. Pihaknya bersama perangkat desa dan masyarakat, membantu sementara memindahkan rumah warga di tanah bengkok desa.

“Ada yang masih bertahan dirumahnya juga,” pungkas Zaenudin.

Reporter : Ngatono

  • Bagikan