fbpx

SIAL, DUA OKNUM NAKES BLORA DIGEREBEK SAAT NGAMAR DI HOTEL

  • Bagikan
SIAL, DUA OKNUM NAKES BLORA DIGEREBEK SAAT NGAMAR DI HOTEL
Ilustrasi Lenggrebegan.

Blora – Nasib sial dialami dua oknum tenaga kesehatan di Kabupaten Blora berinisial SH dan EO yang digerebek petugas saat kedapatan ngamar berdua di salah satu kamar hotel di Blora.

Penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (16/05). Usai digerebek keduanya dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan aparat kepolisian.

Dari informasi yang dihimpun Bloranews.com dari pihak hotel belum mau memberikan keterangan lebih lanjut terkait adanya penggerebekan yang terjadi di tempatnya tersebut.

Plt. Kepala Puskesmas Kunduran, Kabupaten Blora, Surahman terkejut mendapat kabar dari atasannya tersebut. Sebab saat bekerja, bergaul di kantor biasa-biasa saja dan tidak ada gelagat khusus serta membenarkan adanya dua oknum bawahannya yang digerebek di dalam hotel.

“Ujug-ujug ada kabar begitu. Saya kaget ada kejadian seperti itu. Kok tau-tau ada informasi ditangkap di hotel. Kaget saya. Iya. Informasi seperti itu. Kabar lengkap di Polres,” ucap Surahman.

Surahman menegaskan, mendapatkan kabar malah dari atasannya langsung dan menceritakan bahwa Senin (17/05) keduanya tidak masuk kerja dengan alasannya istirahat.

“Yang ngabarin malah kepala dinas. Saya dipanggil kepala dinas. Kaget. Ada apa. Ternyata kabar seperti itu (berduaan di kamar hotel, Red). Beliau dapat kabar dari kepolisian. Kronologis sepenuhnya konfirmasi Polsek Blora Kota,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edi Widayat mengakui ada dua oknum tenaga kesehatan (nakes) yang melakukan tindakan tak senonoh tersebut. Mengetahui hal tersebut, pihaknya kemudian membentuk tim dan melakukan klarifikasi kepada dua oknum nakes tersebut.

“Kita tindaklanjuti, iya benar dan hari ini sudah kita klarifikasi dan kita periksa dan kemarin kita membentuk tim dan hari ini tim sudah bekerja,” ucap Edi Widayat saat dihubungi, Rabu (19/05).

Penggerebekan itu, dilakukan oleh suami dari oknum nakes tersebut. Sampai saat ini, pihaknya akan menunggu keputusan bersama dari instansi terkait terhadap dugaan tindakan tak senonoh yang dilakukan oleh keduanya.

“Laporannya yang masuk saya klarifikasi kayaknya suaminya (salah satu oknum, Red), Ya sanksinya kita nanti ada satu sidang yang kita bentuk bersamaan, tidak hanya kita sendiri, melibatkan BKD (Badan Kepegawaian Daerah), melibatkan inspektorat dan lain-lain,” jelasnya.

Parahnya, perbuatan tak senonoh itu dilakukan saat umat muslim masih merayakan lebaran Idul Fitri. Padahal keduanya juga sudah punya pasangan masing-masing. (Spt)

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Konten dilindungi!!