fbpx

SINERGIKAN PROGRAM CSR PERUSAHAAN, BUPATI AJAK KAWAL BERSAMA

  • Bagikan
SINERGIKAN PROGRAM CSR PERUSAHAAN, BUPATI AJAK KAWAL BERSAMA
Bupati Blora gelar rakor pembahasan CSR perusahaan

Blora – Bupati Arief Rohman, menyampaikan agar terkait CSR Perusahaan yang ada di Blora untuk selalu dilakukan secara transparan kepada masyarakat. Termasuk dengan mengajak masyarakat untuk mengawal bersama-sama.

“Ini sebagai upaya kita soal CSR ini Pak Sekda kita minta transparan, oleh karena itu forum ini nanti saya minta juga melibatkan teman-teman NGO yang sudah mengawal ini. Nanti mekanismenya kita tata, masukan dari teman-teman, selain dari perusahaan kita juga akan melibatkan forum masyarakat, perwakilan dari masyarakat,” ungkap Bupati saat ditemui oleh para awak media di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Kabupaten Blora, Kamis (27/05/2021).

Bupati juga mendorong perusahaan-perusahaan untuk turut bersinergi dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Blora, salah satunya melalui Corporate Social Resposibility (CSR).

“Karena kita mendapatkan aspirasi dari masyarakat, kita ingin Blora ini dari sisi pembangunan infrastrukturnya berjalan dan dari pembangunan sisi religi keagamaan juga berjalan,” ucapnya.

Termasuk pengerjaan lampu Asmaul Husna yang pengerjaan lampu tersebut turut melibatkan pengrajin lokal dan memanfaatkan potensi lokal khususnya UMKM dari Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Blora. Pengerjaan yang dilakukan dari awal Maret sampai awal Mei tersebut diharapkan dapat turut serta mendorong perekonomian UMKM yang ada di Blora.

“Ini dikerjakan oleh UMKM di Tempellemahbang kita memang melibatkan konten lokal untuk sarana lampu ini, jadi tidak pakai tiang besi tapi pakai perajin lokal,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pada masa kepemimpinannya, Arief Rohman turut mengusulkan adanya dukungan dari Pertamina untuk pembangunan jalan Peting-Sumber-Menden.

“Selain soal lampu, saya sebenarnya sudah juga sudah mengajukan ke Pertamina terkait dengan pembangunan ruas jalan, peningkatan jalan dari Peting menuju Menden ini panjangnya sekitar 7,4 km. Karena aspirasi dari masyarakat di sana ini ketika dulu, kelihatanya sudah ada respon tapi memang anggaran sebesar itu, kemungkinan baru akan dilakukan penambalan-penambalan atau pembangunan sementara, sambil menunggu keputusan direksi pusat soal jalan ini seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, meminta agar kegiatan-kegiatan CSR dapat tercatat dan terlaporkan dengan baik.

“Untuk pembentukan forum pelaksana program CSR forum ini dibentuk pengurus dan anggotanya adalah badan usaha, setelah forum ini terbentuk, mereka akan membahas internal, control part nya yang disebut dengan forum TSP,” terang komang.

“Saya minta nanti ada laporan dari Januari sampai Mei sudah melaksanakan apa, dan kemudian yang kedepan rencananya apa, ini yang kita bahas,” pungkasnya. (Spt)

  • Bagikan