fbpx

SISIR PERBATASAN KABUPATEN, RELAWAN DEMOKRASI AJAK WARGA GUNAKAN HAK PILIH

Sosialisasi Pemilu 2019 di Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Blora
Sosialisasi Pemilu 2019 di Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Blora

Japah- Masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Kabupaten tak luput dari sosialisasi Pemilu 2019. Termasuk, warga yang tinggal di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah Kabupaten Blora yang berbatasan dengan Kabupaten Pati dan Rembang.

Koordinator Relawan Demokrasi Basis Kebutuhan Khusus, Abdul Ghofur mengungkapkan, warga Desa Kalinanas menjadi sasaran sosialisasi lantaran lokasinya yang jauh dari pusat kota Kabupaten Blora. Sehingga, sosialisasi pemilu di kawasan ini perlu dilakukan.

BACA JUGA :  JELANG PUTUSAN MK, POLISI GELAR PATROLI SKALA BESAR

 

Sosialisasi Pemilu 2019 di Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Blora
Sosialisasi Pemilu 2019 di Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Blora

 

“Desa Kalinanas berbatasan dengan Desa Ronggo Kecamatan Jaken Pati di sebelah utara. Sedangkan di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Krikilan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang. Selain itu, akses menuju desa ini juga cukup sulit,” terang Abdul Ghofur, Kamis (21/02).

Lebih lanjut, Abdul Ghofur menambahkan, selain diikuti tokoh masyarakat desa, sosialisasi ini juga dihadiri Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Pengawas Pemilu Desa (PPD) setempat. Selain menyampaikan jadwal pemilu, tim relawan juga memperingatkan bahaya politik uang.

BACA JUGA :  LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI, 348 CALON ANGGOTA PPK IKUTI TES TERTULIS

“Melalui sosialisasi ini, kami mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang. Juga tentang surat suara, yang berbeda dengan pemilu sebelumnya. Tak hanya itu, kami mengajak warga menolak praktek politik uang yang mencederai spirit demokrasi,” pungkasnya.

Di sisi lain, warga yang mengikuti sosialisasi merasa kegiatan ini cukup informatif. Pasalnya lima surat suara, yakni surat suara Presiden-Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten cukup merupakan hal yang baru.

BACA JUGA :  TABLOID “INDONESIA BAROKAH”, BAWASLU: TAK ADA UJARAN KEBENCIAN ATAU KAMPANYE HITAM!

“Lima surat suara itu beda-beda. Di sini, petugas telah menerangkan dengan jelas itu semua. Juga tentang kapan pemilihannya. Ini sangat membantu masyarakat dan cukup informatif,” komentar Nur Salim, tokoh masyarakat peserta sosialisasi. (abk)