SOCIAL PROJECT II, KAMABA GELAR PELATIHAN FERMENTASI PAKAN KELINCI

Banjarejo- Sebagai tindak lanjut social project tahun lalu terkait pengembangan ternak kelinci, Keluarga Mahasiswa Blora (Kamaba) Yogyakarta menggelar social project jilid II dengan fokus Penyuluhan dan Pelatihan Fermentasi Pengolahan Pakan Kelinci.

 

Penyuluhan dan Pelatihan Fermentasi Pengolahan Pakan Kelinci di Desa Balongsari Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora

Penyuluhan dan Pelatihan Fermentasi Pengolahan Pakan Kelinci di Desa Balongsari Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora

 

Kegiatan yang melibatkan para peternak kelinci di Desa Balongsari Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora tersebut dilaksanakan setelah dilakukan survei lapangan terlebih dahulu oleh tim Pengabdian Masyarakat Kamaba Yogyakarta.

Ketua Umum Kamaba Yogyakarta, Syahrul Arya mengungkapkan, berdasarkan hasil survei, Desa Balongsari berpotensi untuk dijadikan daerah binaan terkait peternakan kelinciPasalnya, masyarakat di desa ini memiliki kesadaran beternak kelinci meski baru dalam skala rumahan.

“Warga telah sadar dan telah memulai beternak kelinci skala rumahan meskipun untuk dikonsumsi pribadi.Di sisi lain, wilayah ini merupakan daerah yang berkecukupan air serta didukung kekayaan alam yang dapat memberikan kemudahan untuk pakan ternak kelinci,” terangnya, Kamis (23/01).

Dalam follow up ini, Kamaba Yogyakarta menghadirkan sejumlah pemateri terkait fermentasi pengolahan pakan kelinci. Diantaranya, praktisi ternak kelinci, M Syafa’at, dan perwakilan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora.

Sementara, Ketua Panitia Social Project jilid II, Adam Sambora mengungkapkan, dalam kesempatan ini pihaknya menekankan untuk membahas permasalahan yang dirasakan warga selama satu periode setelah memulai untuk beternak kelinci.

“Pada sesi kali ini, ada sharing session dan edukasi kepada warga tentang bagaimana cara pengolahan pakan ternak kelinci yang baik (fermentasi pakan),” terangnya.

Sebagai informasi, kegiatan Social Project yang dilakukan oleh Kamaba Yogyakarta merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan memiliki beberapa rangkaian yang berkaitan.

“Pertama melakukan follow up dari Social Project tahun lalu, penyuluhan kelinci, pemasaran, kemudian goals dari Social Project adalah para peternak mampu mengolah pakan,” pungkas Adam. (kmby)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan