fbpx

STUNTING DI JATENG MASIH TINGGI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk Tim Penurunan Stunting Jawa Tengah. Tim dibentuk untuk mengatasi kasus stunting yang masih menjadi problem. Tim yang terdiri dari berbagai sektor seperti BKKBN, Dinas Kesehatan serta dinas lain.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam acara pelantikan Tim Penurunan Stunting Jawa Tengah di Hotel Patrajasa Semarang.

Semarang, BLORANEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk Tim Penurunan Stunting Jawa Tengah. Tim dibentuk untuk mengatasi kasus stunting yang masih menjadi problem. Tim yang terdiri dari berbagai sektor seperti BKKBN, Dinas Kesehatan serta dinas lain.

Gubernur Ganjar Pranowo melantik Tim Penurunan Stunting Jateng pada, Kamis (19/5) di Hotel Patrajasa Semarang. Jawa Tengah sudah memiliki program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) yang bisa digunakan untuk membantu proses pendataan itu.

BACA JUGA :  35.861 BALITA BLORA MENDERITA PENYAKIT KERDIL AKIBAT KURANG GIZI

“Menurut teori, setiap masyarakat yang mengandung terdapat 20 persen yang bermasalah. Maka, tugas utama tim ini adalah mencari 20 persen itu untuk kemudian dilakukan tindakan. Selain tindakan intervensi, kandungan bermasalah ini juga harus didampingi,” bebernya.

Data dari Studi Status Gizi Indonesia mencatat, angka stunting di Jateng tahun 2021 sebesar 20 persen. Jumlah itu turun tujuh persen dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 27 persen.

BACA JUGA :  ANGKA STUNTING TURUN 10,17 PERSEN

Meski program penurunan terus digenjot dan penurunan terus terjadi tiap tahun, namun angka stunting di Jateng masih tinggi. Ganjar berharap, stunting menurun dan dapat teratasi. Kerja paling utama dari tim penurunan stunting adalah mendata ibu hami.

“Setelah pendataan selesai, maka kerja kedua dari tim ini lanjut Ganjar adalah edukasi pada masyarakat. Banyak hal yang harus diedukasi, termasuk persiapan pernikahan, soal gizi, kesejahteraan, akses kesehatan dan lainnya,” terang Ganjar. (Jam). 

BACA JUGA :  ANGGARAN TERBATAS, BUPATI UPAYAKAN NEW ZERO STUNTING