fbpx

TAGIHAN DIKELUHKAN, PDAM BERDALIH PERBEDAAN PERLAKUAN AKUNTANSI

Rekening PDAM Tirta Amerta periode Agustus 2018 milik salah satu pelanggan.

Blora – Pelanggan PDAM Tirta Amerta mengeluhkan terbitnya penagihan pembayaran untuk Bulan September. Pasalnya,  mereka mengaku tidak mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM sejak Juli kemarin.

Direktur PDAM Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono mengatakan hal ini merupakan salah paham. Dirinya berdalih, penagihan periode September tersebut, merupakan tagihan untuk penggunaan air di bulan Juli.

 

Rekening PDAM Tirta Amerta periode Agustus 2018 milik salah satu pelanggan.

 

“Pemakaian air bulan Juli dibaca bulan Agustus (di rekening), dan dibayar bulan September. Setelah bulan September, tidak terbit rekening, dan bulan Oktober sudah gratis,” ucap Yan Riya, Rabu (07/08).

Kebijakan ini, kata dia, memang berbeda dengan mekanisme penagihan di perusahaan pelayanan publik lainnya. Dia mengatakan, kebijakan ini telah disosialisasikan kepada pelanggan pada awal pendaftaran sambungan baru.

“Memang beda perlakuan akuntansinya (dengan perusahaan pelayanan publik lainnya, red). Pastinya sudah (dilakukan sosialisasi), yaitu, pada awal pendaftaran sambungan baru,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan PDAM Tirta Amerta, Rony (35), warga Kelurahan Tempelan Kecamatan Blora Kota, mengaku baru kali ini mendengar tentang mekanismen penghitungan semacam itu.

“Kalau mengitungnya semacam itu, ya benar. Tapi di rekening ‘kan tertulis periode-nya. Setau saya, mekanisme pembayaran PDAM itu ya sama kaya listrik,” katanya.

Rony membantah telah ada sosialisasi terkait mekaninisme pembayaran seperti yang diucapkan Direktur PDAM. Meski demikian, dia mengaku lega telah mendapatkan penjelasan terkait hal ini.

“Sosialisasi itu ga pernah ada. Coba minta perjanjian pemasangan (ke PDAM), ada ga hitungannya ? Jelasnya, ga ada sosialisasi untuk hitungan tersebut,” pungkasnya. (hud)