fbpx

TAHUN BARU MASEHI AWALNYA DIRAYAKAN PADA BULAN MARET, BAGAIMANA SEJARAHNYA?

  • Bagikan
1 Januari kemarin seluruh dunia telah merayakan awal tahun baru 2022. Momen itu merupakan perayaan yang biasa dilakukan masyarakat di seluruh dunia dalam menyambut tahun baru Masehi.
Ilustrai Perayaan Tahun Baru Masehi

1 Januari kemarin seluruh dunia telah merayakan awal tahun baru 2022. Momen itu merupakan perayaan yang biasa dilakukan masyarakat di seluruh dunia dalam menyambut tahun baru Masehi.

Umumnya, perayaan tahun baru Masehi dimulai dari tanggal 31 Desember malam sampai tanggal 1 Januari dini hari. Cara merayakannya pun berbeda-beda, tergantung kebiasaan masing-masing negara. Di Indonesia, malam tahun baru biasanya dirayakan dengan pesta/makan-makan, menonton pertunjukan kembang api dan membuat resolusi tahun baru.

Namun ditengah gemerlapnya perayaan tahun baru, banyak yang belum mengetahui sejarah tahun baru Masehi pada awalnya dirayakan di bulan Maret. Bagaimana asal muasalnya? berikut Bloranews rangkumkan sejarahnya.

Sejarah Tahun Baru Masehi

Sebelum dirayakan tanggal 1 januari, tahun baru masehi pada awalnya dirayakan di bulan Maret. Dilansir dari situs History, sekitar 4.000 tahun yang lalu perayaan tahun baru pertama kali dilakukan di Babilonia pada akhir bulan Maret. Kala itu masyarakat Babilonia merayakan tahun baru menyesuaikan pergantian musim. Mereka merayakannya dengan mengadakan festival keagamaan besar-besaran, yang disebut Akitu.

Mayoritas masyarakat kuno lainnya juga melakukan hal yang sama, yakni merayakan tahun baru dengan menyesuaikan peristiwa pertanian dan astronomi. Semisal di Mesir yang merayakan tahun baru dengan peristiwa banjir tahunan Sungai Nil.

Barulah ketika Imperium Romawi, tahun baru dirayakan pada 1 Januari. Julius Caesar yang memimpin kerajaan Romawi kala itu menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama dalam Kalender Romawi.

Mulanya Bangsa Romawi merayakan tahun baru setiap tanggal 1 Maret. Hal itu karena kalender Romawi Kuno hanya terdiri dari 10 bulan, 304 hari dan dimulai pada bulan Maret. 

Kalender Romawi kuno dibuat oleh raja pertama Roma, Romulus sebelum pada abad ke-8 SM raja Roma berikutnya, Numa Pompilius menambahkan bulan Januarius dan Februarius, yang hari ini dikenal sebagai bulan Januari dan Februari.

Kemudian bulan Januari dipilih sebagai bulan pertama kalender Romawi oleh raja Julius Caesar sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Janus, yang dimana bulan Januarius diambil dari nama Dewa tersebut. 

Redaksi

 

  • Bagikan