TAK ADA YANG DAFTAR, 31 FORMASI CPNS BLORA DIKOSONGKAN

Blora- Sebanyak 477 calon pegawai negeri sipil (CPNS) hasil perekrutan akhir 2018 menerima SK pengangkatan dari Bupati Blora. Blora sedianya memiliki kuota CPNS sebanyak 508 formasi, lantaran tak ada yang mendaftar 31 formasi terpaksa dikosongkan.
“Sebanyak 31 formasi yang dikosongkan karena tidak ada yang memenuhi syarat atau tidak ada yang mendaftar, adalah formasi dokter spesialis dan K2,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora, Anang Sri Danaryanto, Kamis (28/03).

 

Penyerahan SK kepada 477 CPNS Blora hasil perekrutan tahun 2018

Anang menambahkan, sebanyak 477 CPNS yang menerima SK pengangkatan tersebut akan segera bergabung dengan unit kerja terkait dan mulai aktif masuk 1 April nanti. Sedangkan untuk pra jabatan kita rencanakan mulai 29 April mendatang.
Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho meminta para CPNS penerima SK pengangkatan untuk menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh. Dirinya mengingatkan agar CPNS dari luar daerah tidak buru-buru mengajukan pindah ke daerah asal.
“Yang berasal dari luar Blora juga harus bersyukur. Nanti jangan buru-buru ada yang mengajukan pindah ke daerah asal. Itu namanya tidak bersyukur. Saya tidak mau Blora hanya dijadikan batu loncatan. Kalau perlu rumahnya pindah Blora saja,” himbaunya.
Dalam kesempatan tersebut, Kokok (sapaan Djoko Nugroho, red) menyerahkan SK pengangkatan secara langsung kepada 2 perwakilan CPNS.
Pertama, CPNS dengan IP tertinggi yakni 3,94 yang diterima di formasi Dokter Umum pada RSUD dr. R Soetijono Blora, atas nama Befrie Mahzatra Sudarman. Kedua, CPNS termuda berusia 21 tahun yang diterima pada formasi Perawat di Puskesmas Todanan, atas nama Arty Widowati.
Sebagai informasi, perekrutan CPNS di Blora telah dimulai sejak bulan Oktober 2018, dan diikuti lebih dari 3000 pendaftar. (one)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan