fbpx

TAK KUNJUNG DITEMPATI, PLAFON BLOK D PASAR RAKYAT BLORA SIDO MAKMUR AMBROL

Plafon Kios Blok D Pasar Rakyat Blora Sido Makmur Ambrol. Padahal belum sempat ditempati para pedagang. Hingga malam ini belum tertangani. Bekas plafon yang jatuh juga masih berserakan di depan kios.
Kondisi Blok D Pasar Sido Makmur Blora.

Blora, Bloranews – Plafon Kios Blok D Pasar Rakyat Blora Sido Makmur Ambrol. Padahal belum sempat ditempati para pedagang. Hingga malam ini belum tertangani. Bekas plafon yang jatuh juga masih berserakan di depan kios.

Diketahui, Lima bulan sudah, Lapak Blok D Pasar Rakyat Blora Sido Makmur di Jalan MR Iskandar KM 3, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Kota Blora dibiarkan kosong. Belum ditempati. Nganggur dan terbengkalai. Rencananya, habis lebaran ini sudah bisa ditempati. Namun kapan pastinya belum bisa dipastikan. Alasannya, banyak permasalahan perlu diurai lebih detail.

Salah satu warga, Fadhil mengaku heran dengan pemerintah. Padahal bangunan tersebut sudah selesai Desember 2021 kemarin.

“Dipakai saja belum udah ambrol. Buat apa dibangun kalau dibiarkan mangkrak begini,” ucapnya.

Menurutnya, eman sudah dibangun tapi dibiarkan begitu saja. Yang terjadi pasti rusak. Karena tidak dirawat.

BACA JUGA :  PANDEMI, 700 JUTA UANG RETRIBUSI PASAR SIDO MAKMUR MENUNGGAK

“Coba kalau ini ditempati. Mungkin Tidka seperti ini juga,” tambahnya.

Dia berharap, pemerintah segera mengisi bangunan dengan pedagang. Sehingga sesuai peruntukan.

“Sebenarnya siapa saja pedagangnya kan jelas. Datanya ada. Lha ini, sudah 5 bulan nganggur. Lantas buat apa di bangun kalau tidak ditempati,” keluhnya.

Begitu juga dengan Sarmin, dia mengaku baru tahu ada Plafon ambrol tadi, Senin (30/5) malam. Namun dia tidak tau persis penyebabnya.

“Tau-tau udah seperti ini. Semoga segera diperbaiki,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Blora, Kiswoyo menjanjikan, penempatan pedagang di Blok D Pasar Rakyat Sido Makmur dijadwalkan bisa ditempati usai Lebaran. Pihaknya mengklaim sudah mengantongi data pedagang yang berhak menempati. Sehingga tidak terjadi gejolak di kemudian hari.

Selain data pedagang, permasalahan yang perlu diurai adalah soal parkir. Masih semrawut. Belum satu tempat.

BACA JUGA :  PASAR PON BLORA : PIJAT ANTI PEGAL MBAH GIMAN

“Pasar sudah dibangun dari uang negara. Harus segera dimanfaatkan. Apalagi ketika hujan, kasihan pedagang. Para pedagang harus nyaman. Kami sudah komunikasi dengan paguyuban,” klaimnya.

Menurutnya, pembangunan Blok D Pasar Rakyat Blora Sido Makmur ini tidak lain agar para pedagang nyaman dan bersih saat jualan. Ekonomi meningkat dan pembeli semakin banyak.

Rencananya, untuk yang menempati akan diundi. Ada 26 kios. Diutamakan bagi pedagang yang aktif bayar Retribusi. Aktif jualan dan benar-benar memiliki lapak. Sehingga tidak ada perselisihan. Selain itu semuanya gratis.

Sebelumnya, tahun 2021 lalu, pemerintah kembali membangun Blok D Pasar Rakyat Blora Sido Makmur di Jalan MR Iskandar KM 3, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Kota Blora. Anggarannya Rp 3,8 Miliar. Meski telat 8 hari. Namun Pelaksana sudah disanksi sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, total pedagang di Pasar Rakyat Sidomakmur ada 2.315 pedagang. Menempati Blok A sebanyak 420 pedagang. Blok B ada 402 pedagang. Sementara Blok C ada 1057 pedagang. Masih ada lagi, yaitu pedagang pendasaran sebanyak 400 pedagang.

BACA JUGA :  HARGA MINYAK GORENG DI BLORA MASIH TINGGI

Untuk Pasar Rakyat Blora Sido Makmur dibangun diatas tanah milik Pemkab seluas 4,4 hektare. Totalnya senilai Rp 52,7 milyar. Dilaksanakan bertahap. Mulai tahun 2016 (pengurukan Rp 10,669 Miliar), tahun 2017 pembangunan dua Blok(A,B) Rp 24,589 miliar dan Tahun 2018 Rp 17,490 Miliar untuk Blok C.

Total ada 1.924 tempat terdiri kios, los dan meja jual beli. Rinciannya Kios Blok A dan B ada 264 unit (ukuran 3×4). Kios dalam los ada 360 unit (ukuran 2×2) dan meja bumbon ada 216 unit. Untuk Blok C Kios ada 44 unit, Meja sayuran 900 unit ukuran 1 meteran, dan meja daging ada 140 unit. (sub).