fbpx

TEKAN STUNTING, MAHASISWA KKN STAIM BLORA GELAR SOSIALISASI MANFAAT DAUN KELOR

Dalam upaya pencegahan Stunting di Dukuh Pulo, Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Blora, Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Blora bekerja sama dengan CDK (Cabang Dinas Kehutanan) Wilayah 1 Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan Sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor dilanjutkan dengan penanaman bibit kelor.
Mahasiswa KKN STAIM Blora gelar sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor.

Banjarejo, BLORANEWS – Dalam upaya pencegahan Stunting di Dukuh Pulo, Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Blora, Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Blora bekerja sama dengan CDK (Cabang Dinas Kehutanan) Wilayah 1 Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan Sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor dilanjutkan dengan penanaman bibit kelor.

“Mengapa kelor? karena tanaman kelor mengandung banyak nutrisi. Kaliumnya juga tiga kali lebih banyak dari pisang dan kandungan proteinnya dua kali lebih banyak dari telur.” Ungkap Jati Wiyono selaku Penyuluh Kehutanan wilayah Banjarejo.

BACA JUGA :  PEMKAB BLORA GELAR RAKOR STUNTING, BUPATI: JANGAN SAMPAI JADI BENCANA KEMANUSIAAN!

Kegiatan ini diikuti oleh Tim Penyuluh Kehutanan wilayah Banjarejo, Perangkat Desa Mojowetan, Ketua RT serta warga sekitar Dukuh Pulo.

“Dari data Pemerintah Kabupaten Blora, disampaikan bahwa Desa Mojowetan merupakan salah satu desa stunting. Oleh karena itu, kami Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Blora berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada warga Desa Mojowetan pada khususnya warga Dukuh Pulo untuk memenuhi nutrisi gizi sejak dalam kandungan. Karena pencegahan lebih baik daripada mengobati.” Ungkap Mohamad Saifula Yusuf selaku Ketua KKN Kelompok 04 STAI Muhammadiyah Blora.

BACA JUGA :  SUKSES TANGANI STUNTING, BLORA TERIMA BANYAK PENGHARGAAN

Kemudian, pada pukul 15.30 WIB Mahasiswa KKN bersama seluruh tamu undangan dan warga sekitar menyaksikan secara simbolis penyerahan 50 bibit kelor kepada warga Dukuh Pulo. Dilanjutkan dengan penanaman bibit kelor di masing-masing RT Dukuh Pulo, Desa Mojowetan.

Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi dari Muslim selaku perangkat desa Mojowetan. Mewakili pihaknya, ia mengucapkan terimakasih kepada para Mahasiswa KKN STAIM Blora yang telah menggelar sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor.

BACA JUGA :  KEREN, ANGKA PREVALENSI STUNTING 2022 TINGGAL 7 PERSEN

“Saya mewakili bapak kepala Desa Mojowetan mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada teman-teman Mahasiswa KKN STAIM Blora yang sudah berinisiatif mengajak warga Dukuh Pulo untuk mengentaskan Stunting di Desa Mojowetan dan ini salah satu upaya yang bisa membantu Pemerintah Desa Mojowetan”, ungkapnya. (Els)