TERINDIKASI DUGAAN JUAL BELI KIOS “BAWAH TANGAN” DI PASAR SIDO MAKMUR

Blora- Adanya dugaan praktek jual beli kios “bawah tangan” atau ilegal di Pasar Rakyat Sido Makmur disoroti DPRD Kabupaten Blora. Di sela-sela inspeksi mendadak di pasar yang akan diresmikan pada 5 Januari 2019 ini, sejumlah pedagang juga mengeluhkan ukuran kios yang jauh lebih sempit.

Salah satu pedagang, Teguh Sendjaya mengeluhkan kios barunya yang jauh lebih sempit. Sebelumnya, Teguh memiliki kios berukuran 3 meter x 4 meter untuk menampung dagangannya, sandal dan sepatu.

“Lha yang tempat saya asli malah dapatnya ukuran 1,8 meter x 1,8 meter. Yang bukan orang pasar, kenapa kok dapat bedag (kios) yang besar, lha saya yang heran di situ. Apakah mereka beli, apakah ini dijualbelikan? Kenapa kita, yang pedagang lama kok ga ditawari?,” keluhnya.

 

Bambang Susilo mendegarkan keluhan salah satu pedagang pasar, Teguh Sendjaya

Bambang Susilo mendegarkan keluhan salah satu pedagang pasar Sido Makmur

 

Teguh yang saat itu didampingi istrinya, segera meluapkan keluahannya kepada Ketua DPRD Blora Bambang Susilo yang didampingi Wakil Ketua DPRD, Dwi Astutiningsih. Pedagang berusia lanjut ini berharap DPRD dapat mengungkap secara mendalam dugaan praktek ini.

Kekesalan yang sama juga juga disampaikan, Muryanto, pedagang lainnya. Dirinya menduga, hanya pedagang dan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan yang mendapatkan fasilitas lebih baik dibanding pedagang lain.

“Sebenarnya ada banyak pedagang yang mengeluh. Bukan cuma kita saja. Bisa dilihat sendiri, mereka-mereka yang dekat dengan kekuasaan yang dapat fasilitas lebih baik,” ucapnya setengah marah.

Dicecar keluhan para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, maskur, yang saat itu berada di lokasi segera merespon keluhan tersebut. Pihaknya menyatakan, satu demi satu persoalan yang ada akan diselesaikan.

“Sudah-sudah, njenengan sabar sebentar, ini nanti satu-satu selesai. Kita peresmian aja dulu,” ucap Maskur menenangkan kemarahan pedagang-pedagang tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Blora memastikan pihaknya akan terus menyoroti berbagai masalah yang ada di Pasar Rakyat Sido Makmur. Mulai dari adanya dugaan praktek ilegal petugas pasar yang menjual kios di luar pedagang lama, dan sejumlah permasalahan lainnya.

“Akan kita soroti masalah-masalah tersebut. Adanya dugaan tersebut, menunjukkan petugas lapangan (petugas pasar) yang tidak profesional,” ucapnya usai sidak. (one)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.