fbpx

TERSENGAT LISTRIK DI BANGUNAN PROYEK, PEKERJA INI TEWAS SEKETIKA

  • Bagikan

Wonogiri- Pekerja proyek asal Desa Botoreco Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, Edi Ramayandi (22) meregang nyawa saat bekerja di proyek pembangunan Puskesmas Pracimantoro I, Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri.

Tak hanya Edi, salah satu rekannya,Slamet Riyanto (24) warga Dusun Kedungwungu, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan juga bernasib sama, tewas saat bekerja di proyek tersebut, Sabtu (22/12).

 

TERSENGAT LISTRIK
Lokasi proyek tempat pekerja asal Kunduran, Roni Ramayandi (22) tersengat aliran listrik, Puskesmas Pracimantoro I, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri (foto: Suara Merdeka)

 

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, melalui Kapolsek Pracimantoro AKP Dwi Krisyanto mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Awalnya, kedua pekerja sedang memasang besi untuk kerangka gipsum atap gedung bangunan tersebut.

“Saat itu, mandor proyek Joko Santoso warga Desa Bumiharjo RT19 RW7 Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang tiba-tiba melihat ada percikan api di atas gedung lantai dua, tempat kedua korban bekerja,” ucap AKP Dwi Krisyanto, Minggu (23/12).


 

Sesaat kemudian, salah satu korban Slamet Riyanto terjatuh dari lantai dua dan mengalami luka-luka. Tinggi gedung tempat mereka bekerja sekitar delapan meter. Ada pun korban lain, Roni Ramayandi masih tergeletak di lantai dua.

Para pekerja bergegas memeriksa korban, namun Roni meninggal di lokasi kejadian. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pracimantoro. Sementara, korban Slamet langsung dilarikan ke rawat inap Tubokarto.

Mereka diduga kurang hati-hati saat bekerja di dekat aliran listrik tegangan tinggi sehingga terkena sengat listrik.

“Jarak korban dengan kabel listrik saat itu berkisar 1,3 meter,” imbuhnya.

Di sisi lain, Camat Pracimantoro, Warsito mengatakan, kecelakaan kerja itu tidak berpengaruh terhadap jalannya proyek. Namun, waktu yang tersisa kemungkinan tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan Puskesmas tersebut.

“Bangunannya besar, sedangkan batas waktunya mepet,” ujarnya.

Sementara, Pj Kades Botoreco, Sumadi memastikan, jenazah warganya yang tewas tersebut telah dirawat dengan layak.

“Jenazahnya sudah diurusi,” jelasnya melalui pesan singkat. (qds)

  • Bagikan