fbpx

TERSENGAT LISTRIK JEBAKAN TIKUS, LANSIA DI RANDUBLATUNG DITEMUKAN TAK BERNYAWA

  • Bagikan
TERSENGAT LISTRIK JEBAKAN TIKUS, LANSIA DI RANDUBLATUNG DITEMUKAN TAK BERNYAWA
Petugas sedang melakukan identifikasi korban jebakan tikus beraliran listrik.

Blora – Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan sudah tak bernyawa di pematang sawah milik Anggit Purwantoro, turut Desa Sumberejo Rt.01 Rw.01 Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. korban diketahui bernama Wasiran (72) warga Dukuh Kutukan Rt.05 Rw.04 Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung ditemukan pada Selasa (12/10) sekira pukul 06.30 WIB.

Kapolsek Randublatung AKP Wismo menerangkan, berdasarkan keterangan saksi (tetangga korban) pada Senin (11/10) sekira pukul 17.00 WIB melihat korban berjalan kaki meninggalkan rumah ke arah jalan raya hingga tidak pulang ke rumah lagi.

“Keesokan harinya, sekira pukul 06.30 WIB ada warga Desa Sumberejo berangkat ke sawah untuk memetik sayuran dan melihat ada seseorang yang tergeletak di sawah milik Anggit Purwantoro lalu melaporkan ke tetangganya,” terang AKP Wismo.

Kemudian sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dan sesampainya di tempat kejadian, mereka melihat korban tergeletak dalam keadaan terlentang tidak bergerak dengan posisi pada bagian jari kaki kirinya menyentuh kawat listrik yang dipergunakan sebagai jebakan tikus di sawah tersebut. Lalu warga memberitahukan kejadian tersebut ke Polsek Randublatung. Setelah itu petugas Polsek Randublatung mendatangi TKP bersama tim medis Puskesmas Kutukan untuk mengecek keadaan tubuh korban. 

Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis didapatkan korban sudah meninggal dunia dengan luka-luka di bagian tubuhnya yaitu di sela – sela jari kaki kiri, bagian pantat dan bagian punggung terdapat luka bakar yang diduga tersengat kawat jaringan listrik serta pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Menurut keterangan dari keluarga korban, korban sering pergi meninggalkan rumah karena sehari-harinya korban sering mengalami lupa ingatan (pikun),” pungkas AKP Wismo.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. (Spt)

  • Bagikan