Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

TIKUNGAN SENTONO

Tak ada pesta yang tak usai, dan ahir festival Sentono adalah happy ending dari satu episode yang mencatat sekelompok anak muda sebagai aktor protagonisnya. Lalu….? Cukupkah success story itu dirayakan dengan santap nikmat garang asem jendil, sambil duduk menghindar terik di bawah pohon bidara, lalu lama termangu menatap bengawan yang tak henti mengalir mencari hilir.

Optimis bro……. Sentono tak hanya area mistis dengan pagar ghoib yang mampu melunturkan ngelmu seseorang. Atau mitos gua bawah tanah yang sambung menyambung sampai ke Tuban.

Sentono adalah wadah besar penyimpan tumpukan ekofak dan artefak. Keong buntet, fosil belulang, alat buru purba, juga tumpukan bata. Ada juga pecahan keramik dan gerabah aneka masa.

Sentono adalah saksi kunci lalu-lalang waktu, tempat kapal kecil dan besar berlayar dari laut utara sampai pedalaman Jawa. Tak henti sejak masa yang sangat lama. 

Sentono adalah penggugah dan pemersatu orang-orang yang merasa terpinggirkan. Atau memang sengaja dipinggirkan. Atas ‘kesalahan’ Arya Penangsang dan Sosro Dilogo. Yang keduanya memang tak pernah jauh-jauh dari bantaran bengawan.

Itu semua jangan dianggap penting dulu gaes.., karena Sentono masih setia sebagai tempat semedi, menjernihkan pikir menenangkan hati.

*****

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan