fbpx

TINGKATKAN KAPASITAS, TPK SE- KECAMATAN KUNDURAN IKUTI BIMTEK

  • Bagikan
Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas TPK, PPHP, dan Operator Desa se- Kecamatan Kunduran
Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas TPK, PPHP, dan Operator Desa se- Kecamatan Kunduran

Kunduran- Dalam rangka peningkatan kapasitas, Pemerintah Kecamatan Kunduran menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk Tim Pengelola Kegiatan, Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), dan Operator Desa setempat, Selasa (24/12).

 

Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas TPK, PPHP, dan Operator Desa se- Kecamatan Kunduran
Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas TPK, PPHP, dan Operator Desa se- Kecamatan Kunduran

 

Kasi Pembangunan Kecamatan Kunduran, Tri Haru Poedjiriyanto mengatakan, bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas para petugas TPK, PPHP, dan Operator Desa. Sehingga, pencapaian pembangunan dapat mencapai target yang diharapkan.

“Tiap tahun, dana desa (DD) terus naik. Di sisi lain, pengawasan terhadap penggunaan DD dari pemerintah pusat cukup ketat. Maka, petugas yang ada di lapangan harus mengikuti Bimtek ini dengan sungguh-sungguh,” harapnya.

Bimtek peningkatan kapasitas ini berlangsung di Puri Kelorina Desa Ngawenombo Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Ada 3 materi yang disampaikan dalam kesempatan ini, meliputi Bedah Regulasi Permendesa no 17/2019, pengadaan barang dan jasa, serta pengendalian kegiatan sarana dan prasarana.

Dalam kesempatan ini, para peserta Bimtek dipaparkan bagaimana cara menghitung volume kegiatan baik kedalaman, panjang dan lebar. Tak hanya itu, mereka juga diharapkan mampu menghitung, mengukur dan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Kemudian, para peserta juga mempraktekkan cara mengecek bahan material pembangunan. Misalnya, membedakan kualitas pasir dengan jenis yang beragam seperti pasir Muntilan, pasir Cepu, dan pasir Sluke.

“Pelatihan ini dibiayai dengan APBDesa tahun 2019 dari dana BHPR. Setelah ini, kami harap petugas dapat mengimplementasikannya di desa masing-masing. Sehingga, tidak terjadi permasalahan dalam perencanaan pembangunan hingga penyampaian pertanggungjawabannya,” kata Panitia Bimtek, Budi Sulistiyo. (mud)

  • Bagikan