fbpx

TINGKATKAN SKILL KOMPETENSI, PENGRAJIN HINGGA PELAJAR IKUT PELATIHAN DESIGN BATIK

Sejumlah 30 orang dari pengrajin, guru dan pelajar SMK mengikuti pelatihan design batik di Gedung Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, Rabu (24/11), untuk meningkatkan skill kompetensi.
Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati menghadiri acara pelatihan design batik.

Blora – Sejumlah 30 orang dari pengrajin, guru dan pelajar SMK mengikuti pelatihan design batik di Gedung Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, Rabu (24/11), untuk meningkatkan skill kompetensi.

Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati mendukung adanya pelatihan tersebut, Ia menginginkan kepada para pelajar yang mengikuti pelatihan agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan skill kompetensi khususnya terkait desain batik. Sehingga dapat menjadi bekal kedepannya.

“Di Kabupaten Blora itu pasti banyak hutan, karena wilayah kami sebagian besar adalah hutan jadi mungkin terkait desain batik yang ada mungkin bisa menjadi inspirasi seperti godong jati dan mungkin ada suatu hal yang bisa menjadi ciri batik Kabupaten Blora,” jelasnya.

BACA JUGA :  RAGAM PRODUK EKRAF DIPAMERKAN PADA GANJAR

Wabup Tri menambahkan, Pemerintah Kabupaten Blora selalu berupaya untuk mendukung produk batik-batik dari Blora. Selain sebagai pakaian ASN, Kepala Daerah turut mempromosikan batik dari Blora ke daerah-daerah lainnya.

“Untuk batik yang ada di Blora, kami dari Pemkab setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat, kami memakai batik dan setiap kegiatan luar kota kami wajib memakai batik dari produk Kabupaten Blora,” tambahnya.

BACA JUGA :  ANGKAT POTENSI PRODUK UMKM, PEMPROV JATENG JALIN KERJASAMA DENGAN HOTEL

Hadir pada kesempatan tersebut narasumber dari Universitas Semarang Kesi Wijayanti dan narasumber tim desain dari Bandung, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Luluk Kusuma Agung Ariadi.

Kesi, menjelaskan bahwa workshop pelatihan tersebut dilakukan selama tiga hari dengan turut menghadirkan tim desainer dari Bandung. Tidak hanya ceramah nantinya pelatihan akan ada simulasi. Kemudian dari SMK juga dilanjutkan dengan model pembelajaran berbasis produksi batik.

BACA JUGA :  RESPON AJAKAN GANJAR, MAHASISWA PROMOSIKAN PRODUK UMKM

“Kami mendorong kreativitas dari pengrajin maupun para pelajar untuk mengangkat lokalitas Blora dalam desain desain batik. Saya berharap nantinya batik dari Blora akan semakin dikenal luas dan dapat berkontribusi pada kemajuan para pelaku UMKM,” jelasnya.

Diketahui, terselenggaranya workshop pelatihan batik merupakan hasil kerjasama antara Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora dengan Universitas Semarang. (jam).