fbpx

TONGKAT KOMANDO ASAL BLORA IKUTI PAMERAN INTERNASIONAL

  • Bagikan
Tongkat komando asal Blora dipamerkan di JIFFINA 2019 di Jogja Expo Centre, Yogyakarta
Tongkat komando asal Blora dipamerkan di JIFFINA 2019 di Jogja Expo Centre, Yogyakarta

Yogyakarta- Tongkat komando asal Blora kini tak hanya tampil di even-even pameran lokal dan regional. Lebih dari itu, masterpiece karya pengrajin asal Blora itu, kini tampil di pameran industri kecil dan menengah tingkat internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Blora, Setyo Edy dengan bangga menyebut tongkat komendo ini sebagai salah produk kerajinan Blora yang layak tampil di agenda ini.

 

Tongkat komando asal Blora dipamerkan di JIFFINA 2019 di Jogja Expo Centre, Yogyakarta
Tongkat komando asal Blora dipamerkan di JIFFINA 2019 di Jogja Expo Centre, Yogyakarta

 

“Produk kerajinan kayu asal Blora sudah memiliki nama di skala internasional. Salah satunya, kerajinan tongkat komando karya pengrajin dari Blora, Mustika Tantra Gallery Art,” ujar Setyo Edy di Jogja International Furnitur & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2019, Sabtu (16/03).

Edy menambahkan, kualitas tongkat komando dan bahan pembuatannya yang menggunakan kayu-kayu langka membuat para buyer tertarik dan antusias dengan produk ini. Dengan membawa produk dan pengrajinnya sekaligus, produk kayu asal Blora akan semakin dikenal di pasar global.

“JIFFINA 2019 adalah satu pameran yang menghadirkan karya-karya furnitur terbaik di tingkat Asia. Tongkat komando ini, terbuat dari kayu langka dan jarang ada yang dapat membuatnya. Respon buyer sangat antusias, mereka kagum,” pungkasnya.

Kayu Langka Usia Ratusan Tahun

Pemilik Mustika Tantra Gallery Art, Edi Ekatantra menjelaskan untuk membuat tongkat komendao dibutuhkan bahan baku yang berkualitas. Tidak sembarang kayu bisa dibuat menjadi tongkat komando.

“Kayunya yang berusia puluhan, bahkan ada yang ratusan tahun,” ujar Edi saat menjelaskan cara pembuatan tongkat komando dalam pameran tersebut.

Edi menambahkan, jenis kayu yang dipilihnya adalah kayu-kayu langka yang sarat dengan legenda dan kegunaan. Diantaranya, Burl Amboyna, Grupel atau Telasih, Kalimosodo, Stigi Blarik, Stigi biasa, Dewandaru, dan sebagainya.

“Ada juga yang terbuat dari Cendana Jawa, Gaharu Zebra, Galih Asem, Ebony, Ebony, Liwung, Gembol Jati, Kemuning, Nagasari, Kaboa, dan masih banyak lainnya,” paparnya memerinci jenis kayu.

Pria yang sehari-hari bertugas di Kodim 0721/Blora ini mengaku, tongkat komando karyanya telah banyak dipesan oleh pembeli dari seluruh nusantara. Lantaran terlalu banyak yang telah dipesan, dia tak ingat lagi berapa jumlah tongkat komando yang telah dibuatnya.

JIFFINA 2019 berlangsung mulai 13 Maret dan berakhir hari ini. Acara pameran furnitur tingkat Asia ini dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih. (red)

  • Bagikan