fbpx

URI-URI BUDAYA JAWA, WARGA TUNJUNGAN PENTASKAN WAYANG KULIT

Banyak cara dilakukan untuk nguri-nguri Budaya Jawa. Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar H.M. Nur Sholikin warga Kecamatan Tamanrejo, kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora pada Jumat malam (11/3).
Pagelaran Wayang Kulit di kediaman Haji Nur Solikin.

Tunjungan– Banyak cara dilakukan untuk nguri-nguri Budaya Jawa. Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar H.M. Nur Sholikin warga Kecamatan Tamanrejo, kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora pada Jumat malam (11/3).

Keluarga besar H.M. Nur Solikin senantiasa menggelar pementasan wayang kulit tiap malam Sabtu Pahing di kediaman pribadinya. Untuk malam Sabtu Pahing Kemarin, kebetulan dihadiri Bupati Arief Rohman secara langsung beserta Camat Tunjungan dan beberapa kades.

BACA JUGA :  LAUNCHING BATIK JATI BLORA, WABUP: BATIK PUNYAI ASET KULTUR NILAI SENI YANG TINGGI

“Kemarin Haji Solik ulang tahun, nanggap anake dewe dalam rangka nguri-nguri Budaya Jawa,” terang Bupati Arief dalam sambutannya.

Pihaknya juga mengapresiasi pagelaran wayang tersebut. Bahkan, bupati meminta untuk pagelaran wayang bisa kembali dilaksanakan tiap selapan sekali. Tempatnya di Pendapa Kabupaten Blora.

“Jadi harapannya kegiatan bisa berlangsung rutin. Dunia dapat akhirat dapat. Habis maghrib ngaji, malamnya wayangan. Dalangnya bisa digilir. Termasuk nanti di pendapa. Selapan sekali. Semoga jadi guyub rukun, sehat semua dan sesarengan mbangun Blora,” ucapnya.

BACA JUGA :  BERIKUT KERJASAMA DUBES JEPANG UNTUK INDONESIA DI JATENG

Dalam pagelaran wayang kulit tadi malam, puluhan warga ikut menonton secara lesehan dan ditemani krowotan. Ada jagung, pisang godog, telo rebus, makan dan lainnya. Pagelaran wayang berlangsung gayeng hingga akhir sesi, sekitar pukul 00.00. (Sub).