fbpx

USAI BANJIR BUPATI PANTAU LOKASI

Banjir merendam pemukiman warga akibat luapan air sungai yang terjadi pada Selasa (8/3) sore di Dukuh Kemadoh, Desa Jegong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora langsung direspon Bupati Blora, Arief Rohman untuk memantau lokasi pada Rabu (9/3) sore.
Bupati Blora, Arief Rohman memantau lokasi banjir di Dukuh Kemadoh, Desa Jegong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora.

Jati – Banjir merendam pemukiman warga akibat luapan air sungai yang terjadi pada Selasa (8/3) sore di Dukuh Kemadoh, Desa Jegong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora langsung direspon Bupati Blora, Arief Rohman untuk memantau lokasi pada Rabu (9/3) sore.

Arief bersama Dandim 0721/Blora, Kepala Pelaksana BPBD Blora, Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala DPUPR, Dinrumkimhub, Bappeda, hingga Baznas Kabupaten Blora. Mereka langsung mendapat laporan dari Kepala Desa Jegong, Dianto tentang keadaan banjir kemarin.

BACA JUGA :  PEMKAB BLORA SIAPKAN ALTERNATIF TANGANI BANJIR CEPU

“Banjir mulai datang sekitar jam setengah lima sore hari. Warga langsung mengungsi ke tempat pemukiman yang lebih tinggi. Mulai surut sekira jam delapan malam. Diperkirakan hujan tinggi dan air meluap hingga ke pemukiman warga, 16 KK jadi korban banjir,” ungkap Kades Dianto.

Ketika banjir berlangsung, petugas BPBD Blora diterjunkan di lokasi untuk menangani bencana alam tersebut. Sementara, Bupati Arief turut perihatin dan dia memberikan bantuan kapada warga terdampak.

BACA JUGA :  JEPON KEMBALI TERENDAM BANJIR SETELAH 25 TAHUN

“Kita semua prihatin atas kejadian banjir ini. Jenengan semuanya alhamdulillah sehat dan tidak ada yang mengalami luka. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat nggih. Kita minta nanti TNI Polri dan petugas BPBD untuk bisa membantu pembersihan sisa-sisa banjir,” ucapnya.

Selain memberi bantuan, Arief juga mengecek kondisi Embung Kemadoh dan meminta normaslisasi embung dengan mengeruk agar menambah daya tampung untuk memperkecil potensi banjir.

BACA JUGA :  DRAINASE RUSAK, RUMAH WARGA KEBANJIRAN

“Maturnuwun sanget Pak Bupati, Pak Tentara dan Bapak Ibu semuanya sudah menjenguk kami. Kita sudah pernah mengalami banjir seperti ini hingga 3 kali. Semoga embungnya segera dikeruk biar tidak banjir lagi,” terang Parmi, salah satu korban banjir. (Jam).