fbpx

WAKAPOLRES KUMPULKAN PSK “MBAH NGASIM” TODANAN

  • Bagikan
Pembinaan dari Kepolisian dalam upaya mengurangi jumlah praktek prostitusi. Foto : Humas Polres Blora

Todanan – 20 orang pekerja seks komersial (PSK) dan para mucikari dari lokalisasi “Mbah Ngasim” yang berada di Todanan, dikumpulkan di Aula Mapolsek Todanan kemarin, Selasa (2/5/2017).

Mereka diberikan penyuluhan oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Blora Kompol Indriyanto Dian Purnomo, saat kunjungan kerja ke Polsek Todanan. Para PSK tersebut sebelumnya terjaring dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat), yang akan digelar Kepolisian menjelang bulan suci Ramadhan.

 

Pembinaan dari Kepolisian dalam upaya mengurangi jumlah praktek prostitusi. Foto : Humas Polres Blora

 

Dalam pembekalan pembinaan itu, diharapkan para PSK tersebut tidak kembali menjajakan diri tetapi kembali ke masyarakat. Mereka juga akan dibekali keterampilan dari Dinas Sosial Kabupaten Blora, dengan difaslitasi pihak Kepolisian.

“Inilah upaya dari Kepolisian dalam upaya mengurangi jumlah praktek prostitusi. Selain itu, sebagai langkah preventif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.” ujar Waka Polres Blora.

Selama pembinaan tersebut, Wakapolres menyampaikan tentang bimbingan rohani, penegakan aturan dan hukum terhadap tindak asusila, serta aturan bermasyarakat. Pihaknya berharap, “para PSK setelah mengikuti kegiatan pembinaan sosial ini akan segera insyaf dan tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Pendekatan emosional dan sepiritual akan dikedepankan Polres, sebagai upaya mengurangi praktek prostitusi yang semakin meluas. “Dengan sentuhan hati ini yang akan saya kedepankan untuk memberikan penyuluhan, baik untuk mencegah kenakalan remaja, premanisme dan praktek prostitusi,” tandas Kompol Indriyanto Dian Purnomo.

Menurut Kapolsek Todanan AKP Sutrisno, upaya pembinaan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk menekan jumlah PSK di Blora, dan mereka dapat kembali ke masyarakat. Sehingga dapat menjalani profesi yang lebih layak dan tidak melanggar hukum.

“Sebelumnya kami sudah sering melakukan pembinaan yang sama seperti ini, tapi ya seperti halnya rumput setelah dicabut pasti tumbuh lagi. Dengan berbagai alasan, mereka kembali menjajakan diri, terutama masalah ekonomi dan masalah keluarga,” katanya Kapolsek Todanan AKP Sutrisno.

Sementara itu, salah seorang peserta penyuluhan, yang menolak disebut namanya, menyatakan sebetulnya dirinya tidak ingin menjadi PSK. Akan tetapi karena kebutuhan ekonomi ditambah dirinya seorang janda, yang harus mengurus dua orang anak.

“Sudah capek kerja seperti ini pak, sudah 3 tahun. Sebetulnya saya punya rencana buka usaha kalau punya modal cukup. Saya juga tidak ingin terus hidup jadi PSK,” katanya sambil tersendu.

Karena keterbatasan pendidikan, ketrampilan dan lapangan kerja, sehingga menuntut dirinya berprofesi seperti itu. “Saya akan berusaha keluar dari pekerjaan itu, dan mengikuti pembekalan ketrampilan yang diberikan,” pungkasnya.

Reporter : Ngatono

banner 120x500
  • Bagikan