fbpx

WARGA SAMBONG RELA ANTRE BERJAM JAM DEMI 1 LITER MINYAK GORENG

Puluhan warga rela antre satu jam untuk dapatkan minyak goreng di Minimarket Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Setelah berjejer cukup lama di depan minimarket, akhirnya warga bisa masuk dan keluar membawa minyak goreng.
Warga Sambong antre minyak goreng di minimarket.

Sambong – Puluhan warga rela antre satu jam untuk dapatkan minyak goreng di Minimarket Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Setelah berjejer cukup lama di depan minimarket, akhirnya warga bisa masuk dan keluar membawa minyak goreng.

Salah satu warga Ledok, Kecamatan Sambong bernama Ida mengatakan harus mengantre satu jam untuk mendapatkan minyak goreng.

“Alhamdulillah dapat 2 liter minyak. Senang sekali bisa dapat minyak,” ucapnya, Rabu (9/3).

BACA JUGA :  MINYAK LANGKA, KADINDAGKOP: PRODUSEN TIDAK MENGIRIM KE DISTRIBUTOR

Perempuan berhijab Kuning itu berharap, minyak dipasaran dihargai standar seperti yang ada di minimarket, yakni Rp 14 ribu/liter.

Senada dengan Ida, Anis yang ikut mengantre mengaku rela berdesak-desakan untuk dapatkan minyak goreng. Hal itu dilakukan karena harga minyak goreng dipatok lebih murah daripada di pasaran.

“Kalau pas ada barang ikut antre. Tadi antre sekitar 30 menitan. Pas banyak orang tadi saya ikut antre. Kebetulan kebagian 2 liter. Senang sekali,” terangnya.

BACA JUGA :  MINYAK LANGKA, KELUH PELAKU UMKM TAK BISA PRODUKSI KRIPIK TEMPE

Menurutnya, kondisi minyak di pasar sebenarnya ada, tapi mahal. Bahkan harganya mencapai Rp 27 ribu/liter. Berbeda dengan di minimarket yang hanya Rp 14 ribu/liter.

“Harapannya, mudah-mudahan cepet kembali normal. Apalagi menjelang puasa, otomatis kebutuhan akan naik,” ucapnya.

Cahya, Staf Toko Alfamart Sambong, Blora menyampaikan bahwa kiriman minyak goreng tidak menentu. Untuk kiriman hari ini saja sekitar 90 bungkus minyak goreng baru datang menjelang magrib.

BACA JUGA :  SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA! POLEMIK MINYAK BELUM TUNTAS, KINI RAKYAT DIBEBANI HARGA BBM

“Kita ada grup, penghuninya sekitar 100 warga. Kalau ada barang kita umumkna di grup agar warga berdatangan dan bisa kebagian minyak,” jelasnya. (Sub).