Blora, BLORANEWS.COM – Di antara rindangnya pepohonan di jalur Klopoduwur–Randublatung, berdiri satu warung sederhana yang menjadi penyelamat bagi siapa pun yang keburu diguyur hujan di tengah perjalanan. Warga sekitar mengenalnya sebagai Warung Lemah Puteh.
Bukan tanpa alasan warung ini selalu jadi tempat singgah. Di kawasan yang jarang ada bangunan, Warung Lemah Puteh menjadi satu-satunya tempat berteduh yang bisa diandalkan.
Saat langit mendadak gelap dan hujan turun deras, pengendara motor biasanya buru-buru menepi, menuntun kendaraan ke depan warung kecil beratap genteng dan asbes itu.
Kalau beruntung, dan warung sedang buka, suasana berteduh bisa berubah jadi momen santai. Sembari menunggu hujan reda, pengunjung bisa menyeruput wedang secang hangat, kopi tubruk, atau sekadar es teh manis. Aroma rempah secang bercampur wangi tanah basah jadi perpaduan yang menenangkan.
Tak hanya minuman, menu andalan seperti lontong sambal juga siap menggoda perut yang mulai keroncongan. Disajikan sederhana di piring anyaman rotan dengan alas godhong jati, lontong dengan sambal gurih pedas itu terasa pas untuk menambah tenaga di tengah hawa dingin selepas hujan.
Warung Lemah Puteh bukan sekadar tempat jualan, tapi sudah seperti oase kecil di jalan perhutani yang sepi. Di sana, para pelintas tak hanya berteduh dari hujan, tapi juga dari lelahnya perjalanan panjang. (Jyk)
