fbpx

WASPADA COVID-19, ANAK MUDA BLORA ENGGAN KELUAR RUMAH

Danang (27) melayani pelanggan di salon potong rambut miliknya, di kawasan Pasar Pon Blora Kota, Kabupaten Blora
Danang (27) melayani pelanggan di salon potong rambut miliknya, di kawasan Pasar Pon Blora Kota, Kabupaten Blora

Blora- Anjuran pemerintah untuk tetap beraktivitas di rumah selama darurat Covid-19 sejalan dengan pilihan sikap sebagian anak muda Blora beberapa minggu terakhir. Lantaran khawatir dengan pandemi ini, mereka enggan keluar rumah.

 

Danang (27) melayani pelanggan di salon potong rambut miliknya, di kawasan Pasar Pon Blora Kota, Kabupaten Blora
Danang (27) melayani pelanggan di salon potong rambut miliknya, di kawasan Pasar Pon Blora Kota, Kabupaten Blora

 

Akibatnya, sejumlah lokasi nongkrong anak muda di sekitaran Blora Kota tampak lengang dan tidak seramai biasanya. Dampaknya, tidak sedikit warung kopi maupun tempat nongkrong lainnya yang mengalami penurunan omzet secara drastis, Selasa (24/03).

“Turunnya bisa separuhnya, bahkan lebih. Kalau pun ada, kita harus berjaga-jaga dengan meningkatkan standar kebersihan kita, mas. Ada rasa takut juga kalau sampai terinfeksi Corona,” ucap pemilik salon potong rambut di kawasan Pasar Pon Blora Kota, Danang (27).

Menurut Danang, selama sepekan terakhir, dirinya meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan hand sanitizer buatan sendiri. Sedangkan untuk pelanggan, dirinya terus mengingatkan agar mencuci tangan dengan sabun hingga bersih.

“Ini konsekuensi pekerjaan kita. Setiap hari pegang orang. Semaksimal mungkin kita berusaha untuk steril,” pungkasnya.

Sementara, salah satu pelanggan salon potong rambut milik Danang, Mustakim (28) mengaku, anak muda termasuk dirinya enggan keluar rumah lantaran banyak hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Ribet lah. Ini keluar juga untuk potong rambut. Saya sebenarnya lebih nyaman kalau di rumah saja. Kalau keluar, harus pakai masker dan menghindari tempat-tempat yang ada kerumunan orangnya. Sejalah sih dengan himbauan pemerintah,” komentarnya. (arf)