LEBIH DEKAT DENGAN PENGRAJIN BARONGAN DARI DESA BRABOWAN

Sambong – Di Blora terdapat banyak pengrajin Barongan. Salah satunya adalah Khoirul, pengrajin Barongan dari desa Brabowan. Selain merupakan mata pencaharian, membuat Barongan juga merupakan caranya untuk melestarikan kesenian asli Blora ini.

Enam tahun sudah Khoirul menekuni usaha ini. Banyak penjual Barongan dari berbagai kawasan di Blora memesan Barongan kepadanya. Untuk menjalankan usaha ini, Khoirul dibantu ayahnya, Kastowo. Berbagai model Barongan dengan bermacam ukuran telah mereka hasilkan. Mulai dari Barongan ukuran mini, sampai ukuran besar.

 

Pengrajin Barongan Blora

Khoirul, pengrajin Barongan dari desa Brabowan, Sambong. Foto : Bloranews

 

“Pelanggannya banyak yang dari sekitaran Blora saja, tapi kita juga melayani pesanan dari luar kota.” ujar Khoirul. Untuk Barongan dengan ukuran 35, Khoirul mematok harga delapan ratus ribu rupiah untuk kawasan Cepu dan sekitarnya. Sedangkan untuk kawasan Ngawen, harganya bisa mencapai 1,2 juta rupiah.

Bahan baku pembuatan Barongan berasal dari kayu Randu, kayu Dadap, kayu Gempol dan kayu Mangga. Khoirul memeriksa dengan teliti detil setelah kayu-kayu tersebut berbentuk. “Yang membuat muka, hidung dan mata adalah bapak (Kastowo), saya dan teman saya mengerjakan detilnya sampai finishing.” jelas Khoirul.

Pemerintah tidak tinggal diam melihat Khoirul berjuang melestarikan tradisi asli Blora ini seorang diri. “Kita dapat bantuan serkel dari pemerintah. Proses pemotongan kayu jadi lebih mudah dan cepat.” katanya. Selain membuat Barongan, Khoirul juga membuat topeng-topeng pelengkap Barongan [.]

Reporter : Jacko Priyanto

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.