fbpx

35.861 BALITA BLORA MENDERITA PENYAKIT KERDIL AKIBAT KURANG GIZI

  • Bagikan
Ilustrasi kerdil
Ilustrasi

Blora – 35.861 balita Blora dilaporkan menderita penyakit kerdil (stunting) akibat kurang gizi. Di Jawa Tengah, Blora menduduki peringkat teratas dalam prosentase jumlah balita penderita penyakit kerdil ini. Jika diprosentase, jumlah balita Blora penderita penyakit kerdil dibanding jumlah penduduk Blora adalah 55,06 persen dari jumlah penduduk Blora 855.000 jiwa.

Seperti diberitakan oleh Radartegal.com, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden RI tahun 2017 mempublikasikan sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dengan jumlah balita penderita penyakit kerdil tinggi.

 

Kekurangan gizi merupakan penyebab utama penyakit kerdil (stunting). Foto : Unicef

 

Kabupaten dengan balita berpenyakit kerdil di Jawa Tengah antara lain Blora (jumlah balita berpenyakit kerdil : 35.861, jumlah penduduk : 855.000 / 55,06 persen), Grobogan ( jumlah balita berpenyakit kerdil : 62.847, jumlah penduduk 1.357.000 jiwa / 54,97 persen), Pemalang (jumlah balita berpenyakit kerdil : 57.370, jumlah penduduk : 1.292.000 / 46,28 persen), dan Brebes (jumlah balita berpenyakit kerdil : 69.201, jumlah penduduk : 1.787.000 / 43,62 persen).

Berbeda dengan Blora yang belum melakukan tindakan serius terkait pencegahan penyakit kerdil, Brebes segera melakukan tindakan pencegahan untuk menanggulangi penyakit balita ini.

Bahrul Ulum, Fasilitator Pencegahan Penyakit Kerdil Kabupaten Brebes memaparkan  sejumlah langkah untuk menekan jumlah balita penderita penyakit kerdil di Brebes.

“Strategi pencegahan stunting yang pernah dilakukan di Kabupaten Brebes sejak tahun 2012 hingga 2016 dengan melalui tiga pendekatan, yakni koordinasi, peningkatan kapasitas, dan komunikasi. Strategi ini dianggap sangat holistik untuk percepatan pencegahan stunting,” jelas Bahrul.

Dia juga menambahkan, untuk koordinasi yang dilakukan daerah adalah Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Gizi (RADPG), penyusunan Surat Keputusan Bupati untuk tim koordinasi PKH tingkat kabupaten, penyusunan Pedoman Operasional PKH Prestasi, koordinasi di tingkat pusat dan daerah, penyusunan baseline survey di Brebes pada Oktober 2012, pelaksanaan formative research, penyusunan alat monitoring FDS kesehatan, dan sosialisasi program PKH Prestasi tingkat kabupaten dan kecamatan.

Fasilitator Pencegahan Penyakit Kerdil Kabupaten Brebes ini menjelaskan, kerdil (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.

“Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan,” pungkasnya.

Sumber : Sahal M / Radar Tegal

 

  • Bagikan