fbpx

BERIKUT IRIGASI DI BLORA YANG AKAN DI BANGUN

45.885,16 Ha wilayah kabupaten Blora merupakan lahan sawah, dan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Namun yang menjadi masalah ialah luasnya lahan sawah tidak berimbang dengan pasokan air. Diketahui, jumlah pengairan di Kabupaten Blora masih tergolong minim. Mayoritas petani di Blora masih mengandalkan tadah hujan untuk bercocok tanam.
Illustrasi.

Blora, BLORANEWS – Sebanyak tujuh paket pengadaan barang dan jasa konstruksi kegiatan peningkatan jaringan irigasi yang dibiayai DAK APBN dan DAU APBD telah melalui proses tander. Hal itu dijelaskan Kepala DPUPR Blora Samgautama Karnajaya melalui Kepala Bidang SDA, Surat.

“Progres pelaksanaan tender saat ini masih berlangsung. Dengan progres saat ini sudah masuk dalam tahapan evaluasi adminitrasi, kualifikasi, teknis dan harga,” jelas Surat, Rabu (15/6).

Diterangkan, tujuh paket tersebut terdiri dari enam paket kegiatan peningkatan jaringan irigasi yang dibiayai DAK APBN, dan satu paket kegiatan rehabilitasi Checkdam yang dibiayai DAU APBD.

BACA JUGA :  MAYORITAS PETANI, PRESENTASE JUMLAH IRIGASI KABUPATEN BLORA TERGOLONG RENDAH SE-PROVINSI JATENG

Lebih lanjut, pihak DPUPR Blora berharap pembangunan infrastruktur sumberdaya air ini bisa membawa kesejahteraan untuk masyarakat Blora.

“Mohon doanya, smoga proses tendernya bisa berjalan dengan lancar, sehingga proses pembangunan konstruksi fisiknya dapat segera terealisasi dalam rangka menggerakkan perekonomian Kabupaten Blora dengan menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” tambahnya.

BACA JUGA :  NJOMPLANG! 47% PEKERJA DI BLORA BERPROFESI SEBAGAI PETANI, NAMUN JUMLAH IRIGASI MASIH RENDAH

Adapun tujuh paket pekerjaan bidang SDA DPUPR yang telah ditenderkan ialah :

1. Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Pengikon Kec. Todanan, dengan nilai HPS kurang lebih Rp 829,7 juta.

2. Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Cokrowati Kec. Todanan, dengan nilai HPS kurang lebih Rp 1 Miliar.

3. Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Kidangan Kec. Jepon, dengan nilai HPS kurang lebih Rp 1,7 Miliar.

4. Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Lego Kec. Blora, dengan nilai HPS kurang lebih Rp 2,3 Miliar.

BACA JUGA :  NJOMPLANG! 47% PEKERJA DI BLORA BERPROFESI SEBAGAI PETANI, NAMUN JUMLAH IRIGASI MASIH RENDAH

5. Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Watulumbung Kec. Jiken, dengan nilai HPS kurang lebih Rp 1,1 Miliar.

6. Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Semambit Kec. Jiken, dengan nilai HPS kurang lebih Rp 500,8 juta.

7. Rehabilitasi Checkdam Talokwohmojo Kec. Ngawen, dengan nilai HPS kurang lebih Rp 1,9 Miliar, dibiayai DAU APBD Kabupaten Blora. (Kin).