fbpx

DESA JATIREJO JEPON OPTIMIS LOLOS KE TINGKAT JATENG DALAM LOMBA GERAKAN SAYANG IBU DAN BAYI

  • Bagikan
Monitoring dan evaluasi KSIB (Kecamatan Sayang Ibu dan Bayi) di Desa Jatirejo Kecamatan Jepon, Senin (30/10).

Jepon –  Tim monitoring Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana melakukan monitoring dan evaluasi di Desa Jingkat Kecamatan Jepon, Senin (30/10). Desa Jatirejo meraih peringkat ke empat dalam Gerakan Sayang Ibu dan Bayi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Selain monitoring dan evaluasi, dalam kegiatan ini juga dipamerkan sejumlah hasil karya kerajinan dan hasil bumi lokal.

 

Monitoring dan evaluasi KSIB (Kecamatan Sayang Ibu dan Bayi) di Desa Jatirejo Kecamatan Jepon, Senin (30/10).

 

Hadir dalam kegiatan itu, hadir Wakil Bupati Blora Arif Rohman, Camat Jepon Free Bayu Alamanda, Kades Jatirejo Suyono dan Ketua TP PKK Blora Umi Kulsum Djoko Nugroho. Sedangkan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana diwakili tim monitoring.

“Desa Jatirejo Jepon Kabupaten Blora adalah desa terakhir yang dikunjungi tim monitoring dalam seminggu ini. Sebelumnya kita telah melakukan monitoring di Kabupaten Wonosobo, Pati, Jepara dan Semarang. Baru datang, tim monitoring langsung diajak sarapan dengan kuliner Blora dengan menu yang komplit, ada Sate Ayam Blora dan Soto Klethuk,” komentar Ketua tim monitoring dari DP3AKB Provinsi Jateng Dewi dalam sambutannya, Senin (30/10).

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa jatirejo Jepon Suyono optimis desanya lolos dalam lomba ini sampai tingkat provinsi. Menurutnya, salah satu alasan Desa Jatirejo optimis adalah adanya dukungan yang luar biasa dari Pemkab Blora dan Kecamatan Jepon.

“Kita di-back up Pemkab Blora dan Pemerintah Kecamatan Jepon. Jadi kita optimis lolos ke tingkat provinsi Jawa Tengah dalam lomba Gerakan Sayang Ibu dan Bayi ini,” ungkap Suyono.

Wakil Bupati Blora Arif Rohman, dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya usaha Gerakan Sayang Ibu dan Bayi. Ia juga memaparkan, tingkat kematian ibu dan bayi di Blora dalam dua tahun ini mengalami penurunan.

“Tahun 2016 kemarin, angka kematian ibu dan bayi di Blora mencapai 23 kasus. Tahun ini sampai bulan Oktober, jumlah ini menurun menjadi 13 kasus. Pemerintah berharap, kasus kematian ibu dan bayi dapat ditekan tiap tahun,” papar Arif Rohman.

Dalam acara tersebut, dipamerkan pula kerajinan lokal Desa Jatirejo berupa Songkok Rajut dan hasil bumi berupa Pepaya California yang ditanam para petani lokal.

Reporter : Amin Mahrus Saifuddin

 

  • Bagikan