fbpx

HAKORDIA 2021, SEKDA JATENG : TINDAKAN KORUPSI JANGAN DITOLERIR

  • Bagikan
Disampaikannya dalam acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 tingkat Jawa Tengah di Kantor Inspektorat, Selasa (7/12). Bertemakan, semangat muda untuk jawa tengah merdeka dari korupsi "Resik Gawe Tentrem".
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Soemarno.

Semarang – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Soemarno menyampaikan, Korupsi adalah interpretasi dari sifat buruk manusia karena faktor serakah.

“Tindakan-tindakan yang berpotensi memunculkan budaya korupsi jangan ditolerir meskipun itu adalah kecil. Agar tidak ada anggapan bahwa tindakan itu biasa saja,” tuturnya.

Disampaikannya dalam acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 tingkat Jawa Tengah di Kantor Inspektorat, Selasa (7/12). Bertemakan, semangat muda untuk jawa tengah merdeka dari korupsi “Resik Gawe Tentrem”.

Dihadapan peserta yang sebagian pelajar, Soemarno menambahkan, manusia itu dominan dengan sifat buruk, seperti serakah, iri dan dengki. Menurutnya, manusia korupsi itu tidak bisa mengendalikan sifat buruknya yakni serakah.

“Manusia senang melihat orang lain tidak senang, begitu juga sebaliknya. Korupsi biasanya penyakit para penerima amanah atau orang yang memegang jabatan. Karena ada peluang dalam memanfaatkan sesuatu yang menjadi kewenangannya,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pencegahan tindak korupsi, diantaranya digitalisasi sistem dengan penerapan e- government melalui Government Resources Management System (GRMS), dan pengelolaan gratifikasi. Hingga akhir tahun 2021, unit pengendali gratifikasi mendapat 30 laporan gratifikasi dengan nilai hampir Rp 18 juta. (jam).

  • Bagikan