fbpx

KPH BLORA BIDIK DESA KEDUNGWUNGU SEBAGAI KAWASAN AGROWISATA

  • Bagikan
Goa terawang
Goa Terawang, salah satu obyek wisata unggulan Blora di desa Kedungwungu, Todanan. Foto :Bloranews

Blora- KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Blora membidik desa Kedungwungu sebagai wilayah persemaian bibit jati. Bahkan, kedepan KPH Blora memproyeksikan desa di kecamatan Todanan tersebut sebagai kawasan agrowisata. Hal ini disampaikan oleh Teguh Agusman, kepala urusan humas KPH Blora kepada Bloranews.com siang ini (14/2).

Goa terawang
Goa Terawang, salah satu obyek wisata unggulan Blora di desa Kedungwungu, Todanan. Foto :Bloranews

Pengembangan kawasan wisata Goa Terawang yang terletak di desa yang sama akan segera dilakukan. Menurut Teguh, sejauh ini kawasan wisata Goa Terawang ramai dikunjungi setiap musim liburan. Dengan menambah sejumlah fasilitas, Teguh meyakini, kawasan wisata Goa Terawang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Desa Kedungwungu sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan persemaian bibit Jati. Lebih jauh, dengan segala potensi yang ada, desa Kedungwungu bisa menjadi kawasan agrowisata juga” ujar Teguh.

“Di desa Kedungwungu, Goa terawang menjadi tempat wisata favorit masyarakat saat liburan tiba. Untuk itu, kedepan kami akan menambah beberapa fasilitas untuk pengunjung Goa Terawang. Untuk pengunjung anak-anak, kami akan menambah permainan outbond di lokasi tersebut. Kalau pengunjung meningkat, perekonomian masyarakat sekitar juga akan meningkat” tambahnya.

Teguh juga menyampaikan, banyaknya bentang potensi wisata di desa Kedungwungu yang berupa goa-goa alami membutuhkan kerja sama banyak pihak dalam pengelolaannya. “Kita akan merangkul segenap elemen-elemen masyarakat sekitar untuk mengembangkan goa-goa alami yang berada di wilayah perhutani tersebut” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh menegaskan bahwa KPH Perhutani Blora membuka diri untuk berkoordinasi dengan semua pihak terkait pengelolaan sejumlah aset wisata yang berada di wilayah Perhutani. “Kami menyayangkan kebijakan Dinporabudpar yang meng-claim Goa Kidang sebagai cagar budaya secara sepihak. Sebenarnya jika berkenan, kami membuka diri untuk berkoordinasi tentang potensi-potensi wisata yang ada dalam kawasan Perhutani” pungkasnya [.]

Reporter : Jack Priyanto

  • Bagikan