KUBUR KALANG : KUBUR PURBA ERA MEGALITIKUM

Jiken – Di tengah hutan desa Bleboh terdapat lempengan-lempengan batu yang disusun sedemikian rupa. Masyarakat sekitar menganggap susunan lempengan batu tersebut sebagai sisa pertapaan orang-orang kuno. Namun sejarawan Blora, Gatot Pranoto berpendapat lain. Menurutnya, susunan lempengan batu di tengah hutan desa Bleboh tersebut merupakan kuburan purba suku Kalang. Sehingga, dalam catatannya Gatot menyebut situs tersebut sebagai Kubur Kalang.

megalitikum blora

Kubur Kalang merupakan kubur purba era megalitikum, terletak di tengah hutan desa Bleboh kecamatan Jiken

Kubur Kalang terletak di petak 50.23 BKPH Nanas RPH Bleboh. Untuk sampai ke situs Kubur Kalang dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua. Lebih mudahnya, para pengunjung disarankan untuk mengunjungi situs tersebut dengan pemandu dari BKPH Nanas. Mengawali perjalanan dari kantor dinas Asisten Perhutani (istilah lokal : Sinder) BKPH Nanas menjadi salah satu cara untuk menuju ke situs purba tersebut.

Di situs Kubur Kalang tersisa 13 kubur purba yang masih utuh. Lempengan-lempengan batu dengan dimensi antara setengah meter kali satu meter tersusun sedemikian rupa. Di sebagian kubur, lempeng batu penanda kepala jenazah disusun dalam posisi berdiri. Walaupun lokasi kubur saling terpencar, tetapi semua kubur memiliki ciri yang sama. Posisi kepala jenazah berada di arah sebelah timur.

Gatot Pranoto bersama Mahameru, sebuah yayasan purbakala Blora telah mengawali kajian tentang Kubur Kalang sejak tahun 2004. Pada saat itu, tahun 2004 jumlah Kubur Kalang yang ada dikawasan tersebut adalah 50 buah atau lebih. Alasan berkurangnya jumlah Kubur Kalang dari tahun ke tahun kemungkinan besar adalah dicuri oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

“Menurut saya, Kubur Kalang merupakan peninggalan dari kebudayaan megalitikum terakhir yang ter-akulturasi dengan kebudayaan Suku Kalang. Suku Kalang merupakan suku yang bekerja dengan spesialisasi di bidang pekerjaan kayu.” Jelas Gatot Pranoto.

“Kesimpulan ini didasarkan atas penemuan arah kepala jenazah di Kubur Kalang yang berada di arah timur. Selain itu, tim Mahameru juga menemukan manik-manik dan bekal kubur di Kubur kalang. Ini adalah ciri khas kebudayaan suku Kalang.” lanjutnya.

Lebih lanjut Gatot Pranoto juga menyampaikan bahwa jika dilakukan penelitian lebih lanjut di situs Kubur Kalang Bleboh, akan ditemukan lebih banyak Kubur Kalang yang telah tertutup tanah.

“Jika dilakukan penggalian, pasti akan ditemukan lebih banyak Kubur Kalang. Jangan sampai daerah terlambat dan benda-benda purba tersebut diambil oleh kolektor.” Saran sejarawan terkemuka Blora ini.

“Lebih parah lagi kalo yang mencuri artefak bersejarah itu adalah kolek-dol, dijupuk terus di dol (diambil kemudian dijual)” kelakarnya [.]

Reporter          : Alifiyanto Adhi

Foto                 : Alifiyanto Adhi

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.