PERSEBARAN SITUS SEJARAH DI BLORA MENURUT YAYASAN MAHAMERU

megalitikum blora

foto : Kubur Kalang merupakan kubur purba era megalitikum, terletak di tengah hutan desa Bleboh kecamatan Jiken

Blora- Apresiasi yayasan Mahameru bukanlah sebatas  isapan jempol saja. Merespon wacana dari Dinporabudpar Gatot Pranoto, ketua yayasan Mahameru Blora memaparkan sejumlah titik lokasi di kabupaten Blora yang disinyalir memiliki artefak-artefak bersejarah. Berikut ini perkiraan persebaran situs-situs bersejarah di Blora versi yayasan Mahameru.

  1. Di dukuh Soronini desa Sonokulon Todanan, peneliti Mahameru menemukan teracotta (perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibakar) dan lingga-yoni.
  2. Di desa Bandungrojo Ngawen, terdapat artefak berupa lingga-yoni dengan keadaan yang tidak terawat dan digunakan tempat sampah oleh warga sekitar.
  3. Di dukuh Wadas desa Mojowetan Banjarejo, tidak jauh dari situs Sumurpitu ditemukan pecahan keramik dan bata kuno.
  4. Di dukuh Bengir desa Keser Tunjungan, ditemukah lingga-yoni dari batu andesit. Diduga merupakan tempat peribadatan umat Hindu Siwa.
  5. Di dukuh Belimbing desa Gandu Bogorejo, ditemukan mahkota kuno di sebuah lokasi yang berdekatan dengan kawasan pegunungan Kendeng Utara.
  6. Di desa Gersi Jepon, tepatnya di belakang Vihara Gersi ditemukan struktur bangunan bata kuno. Dari temuan ini kuat dugaan bahwa agama budha yang dianut masyarakat sekitar merupakan ajaran yang bersinambungan sejak nenek moyang.

Banyaknya artefak berupa lingga-yoni menguatkan dugaan bahwa kawasan Blora merupakan basis penganut ajarah Hindu Siwa. Lingga-yoni merupakan simbol dewa Siwa, selain itu lingga-yoni juga merupakan simbol kesuburan.

Selain enam titik diatas, masih ada enam titik lokasi situs bersejarah lagi di kabupaten Blora. Enam situs bersejarah yang lain akan dipaparkan pada artikel selanjutnya [.]

Reporter : Jack Priyanto

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.