fbpx

SAMBATAN, TRADISI GOTONG ROYONG YANG MASIH TERPELIHARA

Sambatan membangun rumah milik Sumaryo (57) di Kelurahan Kunduran RT 09 RW 01 Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora.
Sambatan membangun rumah milik Sumaryo (57) di Kelurahan Kunduran RT 09 RW 01 Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora.

Kunduran- Bagi masyarakat Jawa, termasuk di Kabupaten Blora, tradisi Sambatan masih terpelihara sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Sambatan merupakan tradisi gotong royong secara sukarela saat ada warga yang membutuhkan pertolongan.

 

Sambatan membangun rumah milik Sumaryo (57) di Kelurahan Kunduran RT 09 RW 01 Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora.
Sambatan membangun rumah milik Sumaryo (57) di Kelurahan Kunduran RT 09 RW 01 Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora.

 

Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Kunduran Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora yang membangun rumah milik warga setempat yang reyot dan tak layak huni, Rabu (25/12). Rumah tersebut merupakan kepunyaan seorang pedagang pakaian bekas, Sumaryo (57).

Lurah Kunduran, Mugiyono mengungkapkan, rumah yang sudah rusak dan tidak layak huni di pemukiman padat itu mulai dibongkar bersama-sama sejak Selasa pagi kemarin. Banyak kayu yang sudah lapuk dan tidak bisa digunakan lagi. Begitu juga atap gentingnya sudah usang.

“Pak Sumaryo tinggal sendirian di rumah ini, karena sudah cerai dengan istrinya lama. Sedangkan anaknya ikut istri ke Jakarta. Kita ingin Pak Sumaryo bisa menikmati masa tuanya dengan nyaman. Bedah rumah ini kita upayakan bisa berjalan lancar dengan gotong royong bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Blora Arief Rohman ikut serta terjun di lokasi. Tak hanya memantau, Wabup Arief juga ikut menuangkan adukan semen yang kemudian digunakan untuk pembuatan pondasi rumah tersebut.

“Semangat gotong royongnya luar biasa, warga Kunduran hebat. Ketika mendengar ada gotong royong ini, saya sempatkan hadir. Saya ajak sekalian anggota dewan dapil Kunduran, Mas Munawar. Kita sama-sama membantu Pak Sumaryo bersama warga Kunduran,” kata Arief.

Tak hanya bapak-bapak, atau kaum pemuda saja yang turun tangan dalam Sambatan kali ini. Melainkan juga, para ibu di kelurahan setempat juga membantu dengan menyiapkan minuman, jajanan dan makan siang. (jyk)