AROMA POLITIK UANG BERKEDOK IURAN CAKADES

Blora- Aroma politik uang menjelang hari pemungutan suara Pilkades Serentak Blora 2019 kian menyeruak. Cara terlarang ini memang tak mudah dibuktikan, pasalnya selalu ada cara baru untuk melakukan hal ini.

 

Situasi pertemuan antara Ketua Panitia Pilkades Bleboh dengan salah satu tim pemenangan Cakades setempat

Situasi pertemuan antara Ketua Panitia Pilkades Bleboh dengan salah satu tim pemenangan Cakades setempat

 

Dalam Pilkades Serentak Blora 2019, Pemkab Blora menggelontorkan bantuan keuangan dengan jumlah yang disesuaikan dengan banyaknya hak pilih. Sayangnya, bantuan ini dinilai terlalu kecil sehingga para kandidat menggalang iuran untuk menalangi biaya Pilkades.

Pilkades Bleboh Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, misalnya. Dalam Pilkades tersebut, Pemkab menggelontorkan bantuan keuangan senilai Rp 32,6 juta. Padahal, berdasarkan hitungan panitia Pilkades, besar biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 114 juta.

“Sehingga masih kurang Rp 81 juta. Kekurangan itu ditanggung 4 kandidat, masing-masing membayar iuran sebesar Rp 20.300.000,” terang Ketua Panitia Pilkades Bleboh, Sujito saat ditemui Bloranews.com, Jumat (26/07).

Hal senada diungkapkan humas Panitia Pilkades Bleboh, Kusnadi. Selain menanggung kekurangan biaya Pilkades, para kandidat juga membayar biaya uang saku yang nantinya akan dibagikan kepada para pemilih.

“Kalau untuk uang “thuk” (uang saku untuk pemilih), tiap kandidat iuran Rp 33 juta,” terangnya. Dengan demikian, para kandidat harus rela merogoh kocek paling sedikit Rp 53.300.000 (lima puluh tiga juta tiga ratus ribu rupiah).

 

Membongkar RAB Pilkades Bleboh 2019

Dalam Pilkades Bleboh 2019, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di desa ini sebanyak 4565 jiwa. Tiap pemilih dalam Pilkades Bleboh, nantinya akan mendapatkan uang saku senilai Rp 30 ribu. Uang tersebut akan diberikan saat pemilih usai menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan Rencana Anggaran Belanja (RAB) Pilkades Bleboh diketahui, panitia membagi pengeluaran (belanja) menjadi 2 jenis kategori, yakni Belanja Perlengkapan dan Belanja Jasa Honorarium.

Selain uang saku pemilih, panitia juga memasukkan biaya mobilisasi pemilih. Dalam hal ini, panitia menyewa sejumlah unit kendaraan bak terbuka untuk mengangkut pemilih menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kejanggalan lain, panitia juga menyediakan honor untuk ketua RT, RW, Ketua BPD, Wakil Ketua BPD Sekretaris BPD, dan 11 anggota BPD.

Besar honor yang akan diterima bervariasi, untuk ketua RT besar honor adalah Rp 100 ribu/ orang. Sedangkan Ketua BPD akan mendapatkan honor senilai Rp 600 ribu. Keseluruhan biaya tersebut, dibayarkan dari Bankeu Pemkab Blora dan iuran para kandidat.

Bloranews.com mencoba mendapatkan tanggapan dari Bagian Hukum Sekratariat Daerah (Setda) Blora terkait iuran Cakades dalam Pilkades. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan atau klarifikasi terkait hal ini. (top)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan