fbpx

BELANJA BIBIT ALPUKAT DINAS PERTANIAN RP 1 MILIAR LEBIH, MASYARAKAT NILAI PEMBOROSAN

2024, DP4 TARGETKAN PERTUMBUHAN SEKTOR PERIKANAN
Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman,

Blora, BLORANEWS.COM – Belanja bibit alpukat senilai Rp 1.369.980.000 (Satu miliar tiga ratus enam puluh Sembilan Sembilan ratus delapan puluh ribu ribu ribu rupiah)  oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora menuai kritik dari masyarakat. Banyak yang menilai pengeluaran tersebut sebagai pemborosan anggaran, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.

Selain bibit alpukat DP4 juga mnganggarkan bibit kelengkeng sejumlah Rp 470.040.000, durian Rp. 300.000.000 dan jambu airRp. 99.990.000

Dinas yang dipimpin oleh Ngaliman, membenarkan pengadaan bibit alpukat tersebut. Menurut Ngaliman, pengadaan dilakukan melalui e-catalog dan diperuntukkan untuk kelompok tani di Kabupaten Blora.

“Iya Mas. Benar. Pengadaan melalui e catalog, mas. Bantuan bibit diperuntukkan untuk kelompok tani di Kabupaten Blora,” ujar Ngaliman saat dihubungi, Selasa (7/5/2024).

Namun, masyarakat tetap mempertanyakan keefektifan program tersebut. Mereka khawatir bibit alpukat yang dibagikan tidak sesuai dengan kondisi tanah dan iklim di Blora, sehingga berpotensi gagal panen. Selain itu, mereka juga mempertanyakan transparansi proses pengadaan bibit, dengan adanya dugaan penyimpangan dana.

“Rp 1 miliar itu bukan uang sedikit. Harusnya digunakan untuk program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti membantu petani yang kesulitan modal atau membangun infrastruktur di desa,” kata salah satu warga Blora yang enggan disebutkan namanya.

Kritikan masyarakat ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, DP4 Blora juga pernah dikritik karena program bantuan sapi yang dianggap tidak efektif.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah lebih bijak dalam menggunakan anggaran dan fokus pada program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (kin)