Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

DIPERKUAT 2 DIREKSI BARU, MAMPUKAH PT BPE DONGKRAK PAD BLORA?




Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kepunyaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, yakni PT Blora Patra Energi, kini diperkuat dengan adanya 2 orang direksi baru, yakni Direktur Keuangan yang dijabat oleh Lusiana Ambarwati, dan Direktur Teknik/Operasional yang dijabat Awan Pradigsa.

Keduanya dilantik hari ini, Jumat (03/05) oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, dan telah bertugas sehari sebelumnya (02/05). Diharapkan, langkah ini dapat mendorong PT BPE untuk dapat mendongkrak PAD Blora lebih besar lagi.

Kegiatan usaha PT Blora Patra Energi (BPE).

Tak hanya itu,BUMD perseroan yang bergerak di sektor migas ini, memperluas usahanya. Termasuk di sektor baru, misalnya di bidang tambang atau minerba.

Diketahui bersama, PT BPE memiliki usaha migas yaitu pengambilan crude oil dari sumur tua di lapangan Ledok, dan lapangan Semanggi. Juga rencana kegiatan usaha pemanfaatan limbah sulfur di Blok Gundih yang bekerjasama dengan BUMD Provinsi Jawa Tengah PT Sarana Patra Jateng dan Kokapraya.

Tak hanya itu, perusahaan ini juga memiliki rencana kegiatan usaha gas yaitu di lapangan North Kedungtuban (NKT) yang bekerjasama dengan PT Bumigas Mitra Sejahtera dan di lapanganTrembul yang akan bekerjasama dengan PT Titis Sampurno.

Masih harus dipikirkan oleh Direksi PT BPE untuk melaksanakan kegiatan usaha selain pengelolaan sumur tua, diantaranya kegiatan usaha hulu migas yaitu eksplorasi dan ekspoitasi.  Diharapkan nantinya, PT BPE punya tenaga ahli untuk eksplorasi sebagai jasa konsultan, yang bisa memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan, dan memperoleh perkiraan cadangan migas di wilayah kerja atau lapangan yang ditentukan.



Tak cukup itu, PT BPE juga diharapkan agar memiliki tenaga ahli untuk eksploitasi, sebagai jasa konsultan yang ahli dalam rangkaian kegiatan, yang bertujuan untuk menghasilkan migas dari wilayah kerja yang ditentukan, yang terdiri atas pengeboran dan penyelesaian permasalahan sumur, pembangunan sarana pengangkutan, penyimpanan dan lain sebagainya.

Di sektor hilir migas, PT BPE juga harus memikirkan tentang pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga.

Termasuk juga, kegiatan penyediaan jasa penunjang dan jasa pelayanan bidang migas.

PT. BPE juga diharapkan memiliki tim ahli dalampengolahan, yaitu kegiatan memurnikan, memperoleh bagian-bagian, mempertinggi mutudan mempertinggi nilai tambah migas.

Termasuk juga, tim ahli dalam pengangkutan, penyimpanandan niaga migas.

Di sisi lain, Blora memiliki berbagai kekayaan sumber daya energi dan mineral, diluar sektor migas, yang belum tersentuh badan usaha ini. Diantaranya, batu gamping (kecamatan Kradenan, Bogorejo, Jepon, Tunjungan, Blora danTodanan), dan pasir bangunan (sepanjang Bengawan Solo).

Selanjutnya, pasir kuarsa (kecamatanTodanan, Japah, Tunjungan dan Bogorejo), tanah urug (kecamatan Cepu, Kedungtuban, dan Randublatung), gypsum (kecamatan Sambong, dan Jiken), dan batu lempung (kecamatan Japah, Tunjungan, Ngawen, Banjarejo, dan Jati).

Kemudian, phospat (kecamatan Bogorejo), marmeronix (kecamatan Bogorejo), bentonit (kecamatan Randublatung dan Kradenan) dan ball clay (kecamatan Blora).

Tentang penulis:  Djati Walujastono adalah Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Blora, dan aktif mengajar sebagai dosen Teknik Mesin di STTR Cepu

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan