fbpx

GANJAR: POTONG BANTUAN ITU PENGKHIANATAN TERHADAP NEGARA

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa mereka yang memotong bantuan masyarakat adalah pengkhianat negara. Hal itu diucapkannya saat memberikan arahan kepada Camat, Kepala Desa, serta aparatur negara dan Forkompimda se-Kabupaten Blora, usai kejadian istri perangkat desa di Blora yang meminta uang sumbangan dari penerima bantuan kompensasi bahan bakar minyak (BBM).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Semarang, BLORANEWS – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa mereka yang memotong bantuan masyarakat adalah pengkhianat negara. Hal itu diucapkannya saat memberikan arahan kepada Camat, Kepala Desa, serta aparatur negara dan Forkompimda se-Kabupaten Blora, usai kejadian istri perangkat desa di Blora yang meminta uang sumbangan dari penerima bantuan kompensasi bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA :  KASUS BLT DISUNAT, GANJAR BAKAL TURUN BLORA

“Tidak boleh ada yang mengganggu pelaksanaan dana kompensasi BBM. Maka mereka yang bermain hal kotor di sini, itu pengkhianat negara. Itu berkhianat kepada negara,” tegas Ganjar saat memberikan arahan secara daring, Rabu (21/9/2022).

Ganjar menyayangkan pemberian kompensasi BBM kepada masyarakat malah diselewengkan. Seperti halnya kasus yang terjadi di Blora belum lama ini.

BACA JUGA :  PEMPROV JATENG PRIORITASKAN RANCANGAN PERUBAHAN APBD UNTUK BANTUAN SOSIAL

“Saya mengingatkan kepada mereka, nggak boleh, apapun nggak boleh (memotong bantuan) dan kita minta ini peringatan terakhir. Kalau nggak besok diproses, pasti diproses,” katanya.

Ganjar juga meminta selama pembagian kompensasi BBM sekaligus dilakukan verifikasi dan validasi data. Sebab, masih ada laporan terkait masyarakat dalam kategori mampu yang masuk dalam daftar penerima bantuan.

BACA JUGA :  BLT BBM DISUNAT, GUBERNUR GANJAR ANGKAT BICARA

“Kita minta ini diawasi sekaligus verifikasi dan validasi data sehingga data terakhir yang disampaikan itu yang nanti digunakan. Saya sudah minta agar hasil verifikasi dikirim ke Mensos dan saya akan ikut pantau. Satu juga ingatkan lagi nggak boleh memotong seluruh bantuan yang ada,” katanya. (*)