fbpx

GEMPOLREJO, SENTRA INDUSTRI TUSUK SATE

  • Bagikan
Seorang pengrajin sedang membuat tusuk sate di dukuh Punggurtegalan desa Gempolrejo, Tunjungan. Foto : Bloranews

Tunjungan- Belum berkunjung ke Blora jika belum merasakan nikmatnya Sate Ayam Blora. Semua bahan baku sate ayam khas Kota Mustika tersebut diperoleh dari bahan-bahan lokal, termasuk tusuk satenya. Tusuk Sate Ayam Blora banyak diproduksi tidak jauh dari pusat kota Blora, tepatnya di desa Gempolrejo kecamatan Tunjungan.

Martinah, salah satu pengrajin tusuk sate menyampaikan bahwa dalam satu minggunya dapat memberoleh penghasilan tambahan sebesar tiga ratus ribu rupiah. Selain Martinah, ada sekitar sembilan puluh kepala keluarga yang mengais rezeki dari membuat tusuk sate.

Kepada Bloranews.com Martinah menjelaskan proses pembuatan tusuk sate. “Pertama, pilih bambu Ori (pring ori : bahasa jawa) sebagai bahan baku. Bambu kemudian dipotong sehingga menjadi tusuk sate. Sebelum diikat, tusuk sate dijemur sampai kering benar” jelas Martinah.

Untuk setiap seribu batang tusuk sate, Martinah mematok harga antara dua belas ribu sampai dua puluh lima ribu rupiah. Harga tersebut tergantung jenis dan kegunaan tusuk sate.

“Untuk tusuk sate ayam, seribu batangnya seharga dua belas ribu. Tusuk sate sapi, seribu batangnya seharga dua puluh ribu. Sedangkan untuk tusuk sate kambing seribu batangnya seharga dua puluh lima ribu” terang Martinah.

Tusuk sate dari Gempolrejo tidak hanya melayani kebutuhan tusuk sate di kawasan Blora, tetapi juga dikirim ke Grobogan, Semarang, Madura bahkan Kalimantan. Setiap hari, kurang lebih dua juta batang tusuk sate dihasilkan para pengrajin dari desa Gempolrejo, Tunjungan [.]

Reporter : Aribpak’i

banner 120x500
  • Bagikan