fbpx

INSPIRATIF! DUA PEMUDA INI GELAR PERPUSTAKAAN KELILING DI WAKTU NGABUBURIT

Ketika mayoritas pemuda di Blora menghabiskan waktu ngabuburit dengan jalan-jalan di area keramaian, berbeda dengan dua pemuda asal Kecamatan Japah ini yang lebih memilih menggunakan waktu ngabuburit dengan menggelar perpustakaan keliling. Mereka ialah Agil Faturohman (19) warga Desa Padaan dan Dwi Sumbito (29) warga Desa Tengger.
Perpustakaaan Keliling di Embung Bruk Desa Sambongrejo, Ngawen, Blora.

Blora- Ketika mayoritas pemuda di Blora menghabiskan waktu ngabuburit dengan jalan-jalan di area keramaian, berbeda dengan dua pemuda asal Kecamatan Japah ini yang lebih memilih menggunakan waktu ngabuburit dengan menggelar perpustakaan keliling. Mereka ialah Agil Faturohman (19) warga Desa Padaan dan Dwi Sumbito (29) warga Desa Tengger.

Berangkat dari kesadaran minimnya minat baca anak-anak di kampung, Agil dan Dwi kemudian berinisiasi membuat perpustakaan keliling selama Bulan Ramadhan.

BACA JUGA :  NGABUBURIT BARENG SANTRI PONPES ILYAS

“Niat untuk mengadakan perpustakaan keliling ini berawal dari pertemuan saya dengan Mas Dwi yang mengeluh tentang minimnya minat baca anak-anak di kampung. Berangkat dari itu, kami memiliki pemikiran untuk mengadakan perpustakaan keliling selama Bulan Ramadhan. Kebetulan kami sama-sama mempunyai koleksi buku di rumah,” ujar Agil kepada wartawan Bloranews, Jumat (8/4).

BACA JUGA :  NGABUBURIT BARENG SANTRI PONPES ILYAS

Agenda ngelapak buku tersebut dijadwalkan setiap pukul empat sore di tempat-tempat ramai sembari ngabuburit. Jadwal pertama kemarin bertempat di Desa Bradag, kemudian berpindah di Embung Bruk, dan untuk jadwal selanjutnya akan menuju Bendungan Randugunting.

“Untuk genre buku yang kami lapak beragam, sebab selain buku anak-anak dan kumpulan dongeng, kami juga melapak buku-buku novel, kumpulan puisi, folklor, biografi tokoh, dan ada beberapa literatur filsafat,” tambahnya.

BACA JUGA :  NGABUBURIT BARENG SANTRI PONPES ILYAS

Lebih lanjut, ia berharap dengan diadakannya perpustakaan keliling ini bisa menumbuhkah kesadaran masyarakat akan pentingnya dunia literasi.

“Blora banyak melahirkan penulis hebat seperti Pramoedya Ananta Toer dan Mas Marco Kartodikromo. Generasi penerus itu akan muncul apabila anak-anak mulai dikenalkan dengan buku bacaan sejak usia dini,” pungkasnya tegas. (Kin).