LEBIH DEKAT DENGAN SANG PENJAMAS KERIS

Blora- Di bulan Suro seperti sekarang ini, menjamas atau mencuci pusaka menjadi ritual yang pantang ditinggalkan. Tradisi ini berlaku di berbagai tempat, dilakukan pula oleh para pemilik pusaka di Kabupaten Blora.

 

Penjamas keris asal Desa Bleboh Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, Yanto (mengenakan blangkon) Blora- Di bulan Suro

Penjamas keris asal Desa Bleboh Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, Yanto (mengenakan blangkon)
Blora- Di bulan Suro

 

Salah satu penjamas pusaka, Yanto (51) warga Desa Bleboh Kecamatan Jiken Kabupaten Blora mengaku cukup sibuk di Bulan Suro tahun ini. Banyak pemilik pusaka yang meminta bantuannya untuk melakukan penjamasan.

“Mboten mbayar (tidak ada biayanya, jw). Jujur saya malah senang kalau ada orang yang melestarikan tradisi merawat pusaka leluhurnya,” terang Yanto di sela mendemonstrasikan cara menjamas keris kepada finalis Duta Wisata Blora 2019, Kamis (12/09).]

Hari ini, Yanto sengaja datang ke kompleks GOR Blora atas undangan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, untuk menunjukkan cara menjamas keris kepada para finalis Duta Wisata.

Dimulai dengan pengenalan jenis pusaka, bahan-bahan untuk menjamas, langkah penjamasan, dan hal-hal yang harus diperhatikan saat menjamas pusaka. Pasalnya, dalam ritual penjamasan keris, akan menggunakan zat khusus yang beracun.

Sebenarnya, ada tahapan panjang untuk menjamas pusaka. Misalnya, untuk 1 bilah keris dibutuhkan waktu antara 3 hari hingga 1 minggu. Akan tetapi, dalam kesempatan tersebut, Yanto hanya menjelaskan garis besarnya saja. (jyk)    

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan