Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

LITERASI SEJAK KECIL

Literasi secara etimologis berasal dari bahasa Latin ‘literatus’ artinya adalah orang yang belajar. Secara terminologi Literasi adalah sebuah kemampuan individu dalam hal membaca, menulis, bersikap kritis serta efektif dalam berkomunikasi.

Dari dasar pengertian tersebut saja, kita semua pasti sudah mafhum tentang literasi. Namun sudahkah kita melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dan sejalan dengan literasi? Diantaranya :  membaca, menulis, dan bersikap kritis.

 

Oleh : Mohammad Iqbal Shukri

Oleh : Mohammad Iqbal Shukri

 

Sebenarnya 3 (tiga) hal itu sudah kita jejaki dari semasa kita kecil. Mari menoleh ke belakang, sebuah keindahan belajar berliterasi pada waktu kecil. Namun hal itu mungkin jarang di sadari oleh kita.

Membaca, semasa kecil kita sudah diajarkan untuk membaca. Dari memahami huruf abjad A-Z hingga dirangkai menjadi sebuah kata, kalimat yang bermakna.  Perjuanganpun dimulai, butuh latihan istiqomah untuk belajar membaca. Dari peletakan lidah hingga pelafalan bunyi huruf abjad tersebut.

Hari demi hari kita selalu dilatih oleh ibu bapak kita untuk belajar membaca. Hingga di sekolahpun juga seperti itu, guru tak henti-hentinya mengajarkan baca pada diri kita. Sebuah kesabaran yang di lakukan oleh guru dan orang tua kita. Hingga membuat kita mahir dalam membaca.

Kemampuan membaca bisa di gunakan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Sehingga tidak mudah terpengaruh akan masifnya persebaran hoaks di media sosial.

Menulis,  begitu pula dengan menulis. Ingatkah kalian betapa susahnya membuat huruf A, B dan seterusnya? Namun dengan kegigihan dan kesabaran akhirnya kita bisa menulis dan merangkai kata. Kita pasti masih ingat ketika di waktu sekolah kala guru menuliskan beberapa huruf abjad di papan tulis, kemudian kita disuruh menirunya. Sebuah tahap dasar pembelajaran menulis.

Kemudian tahap berikutnya, guru mengucapkan sebuah kalimat, lantas murid disuruh untuk menuliskan apa yang diucapkan pada sebuah kertas. Hal ini menandakan sebuah pembelajaran yang terus menuai perkembangan diri.

Begitu pula dengan penulisan berita, artikel, esai, kolom dan produk jurnalistik lainnya. Jika ingin bisa menulis sesuai rubrik yang diinginkan, terapkan cara menulis yang sudah diajarkan sejak kecil. Yakni 3 M,  melihat, meniru, menulis.

Melihat, dalam tahapan ini kalian bisa mencari sebuah contoh tulisan sesuai dengan keinginan anda yang ada diberbagai media. Kemudian menirunya, dalam hal meniru ini bukan berarti anda harus menuliskan sebuah gagasan, kata yang sama persis dengan tulisan tersebut. Tetapi meniru alur atau bagian penulisannya dari paragraf ke paragraf berikutnya. Lantas menulisnya, menulis apa yang sedang di pikirkan yang mau ditulis. Sesuaikan alur tulisanmu dengan apa yang telah di lihat pada tulisan dari media tersebut.

Lakukan proses tersebut berulang kali sampai bisa, dan layak di baca orang lain. Untuk menjadi penulis yang bagus anda harus mengesampingkan yang namanya putus asa.

Kemudian nilai literasi yang selanjutnya adalah bersikap kritis. Sebenarnya sikap kritis ini sudah anda miliki pada waktu kecil. Hal itu dibuktikan dengan seringnya anda bertanya tatkala menemukan hal yang baru yang belum kita pahami kegunaan dan manfaatnya. Lantas bertanya pada guru atau orang tua kita. Ya,  kita semua pasti mengalami fase yang hampir sama,  kita di masa kecil sering bertanya atas apa yang ditemui, baru dilihat. Hal ini adalah bukti sejak kecil kita sudah belajar bersikap kritis.

Dari ketiga nilai pokok literasi di atas sangat saling berkaitan, dan harus selalu dikembangkan. Jika mau menuliskan sebuah opini, artikel tak luput dari aktivitas membaca. Membaca membuat wawasan kita menjadi luas, jika dulu hanya membaca buku saja, seiring berjalannya waktu dan bertanbahnya usia harus ditambah untuk membaca kondisi alam, dan lingkungan sekitar. Kemudian timbul berpikir kritis terhadap apa yang di baca. Pemikiran kritis menimbulkan keinginan atau sebagai bahan untuk menulisakan sebuah gagasan. Literasi terdapat 3 nilai pokok tersebut yang tidak dapat terpisahkan.

Tentang Penulis:  Mohammad Iqbal Shukri merupakan Pegiat Literasi Anak Negeri

*Opini di atas adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Bloranews.com

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan