fbpx

MUSIM HUJAN TIBA, BEGINI DAMPAK NEGATIF BAGI PETANI

  • Bagikan
MUSIM HUJAN TIBA, BEGINI DAMPAK NEGATIF BAGI PETANI
Ilustrasi

Bagi petani, musim hujan menguntungkan karena bisa berdampak positif pada tanaman. Ketersediaan air akan membuat tanaman jadi lebih sehat dan subur. Namun sebaliknya, bisa juga membuat tanaman rusak jika jumlah airnya berlebihan.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 mayoritas wilayah di Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan akibat fenomena la nina. Kondisi tersebut akan membuat jumlah air membludak dan memberikan dampak negatif bagi petani.

Berikut dampak negatif yang perlu diantisipasi petani jika curah hujan mulai meningkat

1. Rusaknya Tanaman

Curah hujan yang terlalu tinggi akan berdampak buruk bagi petani. Karena jika hujannya terlalu deras, maka bisa menghanyutkan lapisan subur pada tanaman. Bahkan jika terjadi banjir, tanaman akan rusak dan hanyut bersama banjir. Situasi ini akan membuat petani mengalami kerugian.

2. Rawan Penyakit

Dibalik kelebihannya, musim hujan juga berpotensi membuat petani kerepotan. Cuaca yang dingin akan menyebabkan kelembapan meningkat dan membuat penyakit tanaman mudah berkembang biak. Sehingga kemungkinan buruk bisa saja terjadi pada tanaman.

3. Kualitas Tanaman

Proses fotosintesis yang optimal akan berdampak pada kualitas tanaman. Saat musim hujan, proses fotosintesis tidak akan optimal karena kurangnya sinar matahari. Otomatis, kondisi ini akan berdampak pada rendahnya kualitas tanaman. Dan jika kualitas tanaman rendah, maka petani akan merugi. (kin).

  • Bagikan