fbpx

PROGRAM PADAT KARYA WUJUD PEMULIHAN PEREKONOMIAN

  • Bagikan
Program Padat Karya Kemenhub 2020

Blora – Kepala Kantor UPBU Kelas III Dewandaru-Karimunjawa, Ariadi Widiawan, dalam acara pembukaan program padat karya selaku penanggung jawab pembangunan Bandara Ngloram, menyampaikan terimakasih kepada beberapa pihak. (26/08)

 

Program Padat Karya Kemenhub 2020

 

“Kami berterima kasih kepada bapak Sudjadi selaku Anggota Komis V DPR RI yang berkenan mengikuti acara ini meskipun secara daring serta kepada Bupati Blora Bapak Djoko Nugroho, meskipun beliau belum berkesempatan hadir langsung karena ada acara yang tidak bisa digeser sehingga diwakilkan kepada Kepala Dinrumkimhub, tetapi kontribusi, semangat dan keinginan beliau untuk memajukan bandara Ngloram tidak perlu diragukan lagi.” jelasnya.

Menurutnya, Program Padat Karya merupakan salah satu wujud nyata bentuk kepedulian untuk memulihkan perekonomian di masa pandemi.

“Kita melihat wujud nyata kepedulian Kementerian Perhubungan di masa pandemi Covid 19 ini dengan melaksanakan secara serentak di 12 lokasi bandar udara. Kegiatan Program Padat Karya ini salah satunya di Bandara Ngloram dan Bandara Dewandaru,” lanjutnya. 

Program Padat Karya ini sebelum dilelang telah direncanakan bahwa tenaga kerja yang digunakan terutama pekerjaan konstruksi adalah mayoritas tenaga kerja lokal yaitu kurang lebih sebanyak 70%.

“Kami telah menyampaikan kepada Bapak Bupati bahwa program Padat Karya ini kurang lebih 70% adalah tenaga yang bekerja di Bandara Ngloram terutama pekerjaan konstruksi kerja lokal Blora yang terdiri dari pekerjaan drainase sebanyak 40 orang, pekerjaan perpanjangan runway 10 orang, pekerjaan rekonstruksi appron 10 orang dan pekerjaan pagar bandara sebanyak 15 orang, dimana tenaga kerja lokal Blora sebanyak 55 orang.” terangnya. 

Dalam kesempatan yang sama dirinya membacakan sambutan dari Dirjen Perhubungan Udara, Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Djuanda Surabaya, Fadrinsyah Anwar.

“Program Padat Karya merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar untuk  segera memulihkan perekonomian di masa pandemi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blora. “ ujarnya.

Menurutnya, saat ini Ditjen Perhubungan Udara menargetkan pelaksanaan program Padat Karya ini di 29 Provinsi serta 149 desa dan Kabupaten dan diharapkan bisa menyerap kurang lebih 4.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia.

“Lebih lanjut, saat ini Ditjen Perhubungan Udara menargetkan pelaksanaan program Padat Karya ini di 29 Provinsi serta 149 desa dan Kabupaten dengan anggaran sebesar Rp. 19,5 Miliar dan diharapkan bisa menyerap kurang lebih 4.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Pada sesi tanya jawab Ariadi Widiawan menyampaikan bahwa Pemkab Blora telah menyerahkan aset tanah seluas 3,2 Ha kepada Kementerian Perhubungan yang akan digunakan untuk pembangunan Apron dan Taxiway serta RESA Threshold Runway sehingga percepatan pembangunannya dapat segera terlaksana, dimana pekerjaan ini merupakan pekerjaan multiyears yang rencananya selama 2 (dua) tahun.(jyk)

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan